METRO, (potretmetro.com) — Pemerintah Kota (Pemkot) Metro melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusarda) menggelar Diskusi Literasi di lima kecamatan sebagai upaya memperkuat budaya baca masyarakat sekaligus meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM).
Kegiatan yang berlangsung secara bertahap pada 20, 21, 22, 23, dan 29 Juli 2026 tersebut dilaksanakan di Kecamatan Metro Pusat, Metro Timur, Metro Barat, Metro Utara, dan Metro Selatan. Diskusi melibatkan berbagai pemangku kepentingan sebagai bagian dari evaluasi sekaligus penyusunan strategi pengembangan literasi di Kota Metro.
Kepala Dispusarda Kota Metro, Farida, mengatakan kegiatan ini merupakan langkah pemerintah dalam mendekatkan akses masyarakat terhadap bahan bacaan sekaligus mengoptimalkan fungsi perpustakaan sebagai pusat belajar, pemberdayaan, dan pengembangan masyarakat.
“Perpustakaan saat ini bukan lagi sekadar tempat menyimpan koleksi buku, tetapi harus menjadi pusat aktivitas masyarakat, ruang berdiskusi, serta sarana pemberdayaan berbasis literasi bagi semua kalangan,” ujarnya.
Dalam setiap pelaksanaan diskusi, terdapat empat agenda utama yang menjadi fokus pembahasan, yakni inisiasi pendirian perpustakaan di tingkat kecamatan, monitoring dan evaluasi pengelolaan 22 perpustakaan kelurahan selama Semester I Tahun 2026, penyusunan strategi peningkatan nilai IPLM, serta penyerapan aspirasi dan gagasan masyarakat untuk pengembangan literasi.
Kegiatan tersebut dihadiri para camat, lurah, Bunda Literasi Kelurahan, Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Perpustakaan Nasional RI, tokoh masyarakat, pengurus Karang Taruna, serta jajaran Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca Dispusarda Kota Metro.
Melalui evaluasi yang dilakukan, Dispusarda memperoleh berbagai masukan dan rekomendasi strategis untuk meningkatkan kualitas pengelolaan 22 perpustakaan kelurahan. Hasil diskusi itu akan menjadi dasar penyusunan program pengembangan perpustakaan, termasuk percepatan pembentukan perpustakaan kecamatan dan peningkatan nilai IPLM Kota Metro.
Pemerintah Kota Metro berharap kolaborasi antara pemerintah, relawan literasi, dunia pendidikan, dan masyarakat terus diperkuat agar budaya membaca semakin tumbuh. Dengan demikian, perpustakaan diharapkan mampu menjadi pusat pembelajaran sepanjang hayat yang mendorong terwujudnya masyarakat Kota Metro yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing. (red)