Metro, (potretmetro.com) – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Metro, Ahmad Hariyanto, memimpin apel mingguan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Metro. Dalam arahannya, ia mengajak seluruh ASN memperkuat semangat kebersamaan, meningkatkan kinerja, serta menyatukan langkah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Apel yang petugasnya berasal dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Metro tersebut menjadi momentum untuk mengingatkan seluruh ASN agar menjadikan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK sebagai pedoman dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Sebagai ASN, kita telah mengikrarkan diri sebagai pelayan masyarakat. Karena itu, seluruh tugas yang kita laksanakan harus berlandaskan nilai-nilai BerAKHLAK, yaitu berorientasi pada pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif. Nilai-nilai tersebut harus tercermin dalam sikap, perilaku, serta kualitas pelayanan yang kita berikan setiap hari,” ujar Ahmad Hariyanto.

Menurutnya, DPMPTSP memiliki peran strategis sebagai salah satu wajah Pemerintah Kota Metro dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat maupun pelaku usaha. Oleh sebab itu, peningkatan kualitas pelayanan publik harus terus menjadi prioritas.
Ia juga menegaskan pentingnya keberadaan Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Metro sebagai bagian dari reformasi birokrasi dan transformasi pelayanan publik. Menurutnya, MPP bukan sekadar tempat berkumpulnya berbagai jenis layanan, melainkan wujud komitmen Pemerintah Kota Metro bersama perangkat daerah, instansi vertikal, dan berbagai lembaga dalam menghadirkan pelayanan yang mudah, cepat, transparan, pasti, serta terintegrasi.
“Keberhasilan Mal Pelayanan Publik bukan hanya menjadi tanggung jawab DPMPTSP, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh perangkat daerah dan instansi yang memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Hariyanto juga menyoroti perkembangan digitalisasi pelayanan perizinan melalui sistem Online Single Submission (OSS) berbasis Risk Based Approach (RBA). Menurutnya, sistem tersebut telah menyederhanakan proses perizinan dengan memangkas tahapan birokrasi sehingga pelayanan menjadi lebih efektif dan efisien.
Ia menjelaskan, OSS-RBA telah menerapkan standar waktu pelayanan atau Service Level Agreement (SLA) pada setiap tahapan proses perizinan. Apabila batas waktu pelayanan terlampaui, sistem akan secara otomatis melanjutkan proses ke tahapan berikutnya sesuai mekanisme yang berlaku tanpa menghilangkan kewajiban verifikasi oleh pejabat yang berwenang.
“Kepastian waktu menjadi bagian penting dalam pelayanan publik. Masyarakat harus memperoleh kepastian kapan pelayanan dapat diselesaikan sehingga tidak lagi menghadapi proses yang berbelit-belit,” katanya.
Selain itu, Sekda mendorong percepatan implementasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai fondasi pengembangan berbagai layanan digital pemerintah, termasuk pelayanan administrasi kependudukan dan penyaluran bantuan sosial. Ia menilai percepatan kepemilikan IKD memerlukan dukungan seluruh perangkat daerah, kecamatan, dan kelurahan, tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Ahmad Hariyanto juga mengingatkan seluruh perangkat daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan investasi agar target investasi Kota Metro dapat tercapai, bahkan melampaui target yang telah ditetapkan. Menurutnya, setiap kendala yang dihadapi investor harus segera diidentifikasi dan diselesaikan secara cepat, transparan, serta sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Tak hanya itu, ia mengajak seluruh ASN, khususnya yang bertugas pada unit pelayanan publik, untuk terus meningkatkan kompetensi di bidang teknologi informasi dan digitalisasi pelayanan.
“Perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat dan telah mengubah ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan pemerintah. Masyarakat menginginkan pelayanan yang mudah, cepat, transparan, dan dapat diakses secara digital kapan pun dan di mana pun. Karena itu, peningkatan kompetensi ASN dalam pemanfaatan teknologi informasi merupakan kebutuhan yang harus kita persiapkan bersama,” ujarnya.
Menutup arahannya, Ahmad Hariyanto mengajak seluruh ASN menjadikan setiap tugas dan tanggung jawab sebagai bentuk pengabdian sekaligus ibadah. Menurutnya, dengan semangat tersebut, setiap program pembangunan tidak hanya menghasilkan capaian kinerja, tetapi juga memberikan manfaat yang nyata serta keberkahan bagi masyarakat.
Apel mingguan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh aparatur Pemerintah Kota Metro untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui penguatan integritas, pemanfaatan teknologi, dan kolaborasi antarlembaga sebagai bagian dari upaya mewujudkan birokrasi yang profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (red)