METRO, (potretmetro.com)

Pemerintah Kota Metro memperkuat kompetensi dan kapasitas kepemimpinan kepala sekolah untuk menghadapi tantangan pengelolaan pendidikan yang semakin kompleks.

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah untuk Mewujudkan Tata Kelola dan Manajemen Sekolah yang Cerdas dan Religius di Aula Pemerintah Daerah Kota Metro, Senin (31/8/2026).

Kegiatan dibuka Sekretaris Daerah Kota Metro, Ahmad Hariyanto, dan diikuti para kepala satuan pendidikan di lingkungan Pemerintah Kota Metro.

Dalam kegiatan tersebut, kepala sekolah mendapatkan penguatan mengenai administrasi dan manajemen satuan pendidikan, kepemimpinan, serta tata kelola sekolah yang transparan, akuntabel dan berbasis data.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Metro, Agus Muhammad Septiana, mengatakan peningkatan kompetensi kepala sekolah diperlukan untuk mendorong pengelolaan pendidikan yang lebih profesional sekaligus meningkatkan mutu pembelajaran.

“Harapan kami, setelah mengikuti kegiatan peningkatan administrasi dan manajemen kepala satuan pendidikan ini, para kepala sekolah mampu mewujudkan tata kelola sekolah yang modern, transparan, akuntabel, dan berbasis data guna mendorong peningkatan mutu pembelajaran secara berkelanjutan,” ujar Agus.

Menurut Agus, kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada aspek administratif dan manajerial, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat mental serta karakter kepemimpinan kepala sekolah.

Ia mengungkapkan, terdapat lima kepala sekolah di lingkungan pendidikan Kota Metro yang telah mengundurkan diri dari jabatannya.

“Perlu kami sampaikan bahwa sampai saat ini sudah ada empat kepala sekolah SD dan satu kepala sekolah SMP yang mengundurkan diri,” ungkapnya.

Agus mengatakan kondisi tersebut perlu menjadi perhatian agar tata kelola satuan pendidikan tetap berjalan optimal dan pelayanan pendidikan kepada peserta didik tidak terganggu.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Metro Ahmad Hariyanto menegaskan kepala sekolah memiliki posisi strategis dalam menentukan arah penyelenggaraan pendidikan di masing-masing satuan pendidikan.

Menurutnya, kepala sekolah tidak hanya bertanggung jawab terhadap administrasi, tetapi juga harus mampu memimpin dan menggerakkan seluruh ekosistem pendidikan.

“Kepala sekolah bukan hanya bertanggung jawab terhadap administrasi sekolah, tetapi juga merupakan pemimpin yang harus mampu menggerakkan seluruh ekosistem pendidikan. Karena itu, kompetensi manajerial, kemampuan kepemimpinan, integritas, dan keteladanan harus terus diperkuat,” kata Hari.

Ia menekankan pentingnya tata kelola sekolah yang transparan, akuntabel dan berbasis data, sekaligus tetap mengedepankan nilai religius serta pembentukan karakter.

Ahmad juga meminta kepala sekolah memiliki keberanian dalam mengambil keputusan, mampu mengidentifikasi persoalan berdasarkan data, serta membangun komunikasi dengan guru, peserta didik, orang tua dan masyarakat.

“Kita ingin kepala sekolah memiliki keberanian untuk mengambil keputusan, mampu membaca persoalan berdasarkan data, membangun komunikasi yang baik dengan guru, peserta didik, orang tua, dan masyarakat, serta memastikan setiap kebijakan benar-benar bermuara pada peningkatan kualitas pendidikan,” ujarnya.

Menurut Hari, jabatan kepala sekolah merupakan amanah yang membutuhkan kesiapan mental dan komitmen dalam menjalankan tanggung jawab.

“Menjadi kepala sekolah adalah sebuah amanah, bukan sekadar jabatan. Karena itu, saya berharap seluruh kepala sekolah dapat membangun kembali optimisme, menjaga semangat pengabdian, dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, Pemkot Metro berharap kapasitas kepemimpinan kepala sekolah semakin kuat sehingga mampu menciptakan tata kelola pendidikan yang efektif, adaptif dan berintegritas.

Penguatan tersebut diharapkan berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran serta mutu pendidikan di Kota Metro secara berkelanjutan. (red)