METRO, (potretmetro.com) —

Wakil Wali Kota Metro, Dr. M. Rafieq Adi Pradana, S.E., M.M., secara resmi membuka Pendidikan Dasar Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (DIKSAR KOKAM) Kota Metro Tahun 2026 di Bumi Perkemahan Dam Raman, Kecamatan Metro Utara, Jumat (30/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pembinaan dan penguatan karakter generasi muda Muhammadiyah agar memiliki keimanan, kedisiplinan, ketangguhan, jiwa kepemimpinan, serta kesiapan mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Dalam sambutannya, Rafieq menyampaikan apresiasi kepada Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Metro beserta seluruh jajaran KOKAM atas terselenggaranya pendidikan dasar tersebut.

Ia menegaskan, kaderisasi KOKAM tidak hanya berorientasi pada pembentukan kekuatan fisik dan kedisiplinan organisasi, tetapi juga harus melahirkan kader berkarakter kuat, berakhlak mulia, memiliki wawasan kebangsaan, serta peduli terhadap persoalan sosial dan kemanusiaan.

Menurutnya, DIKSAR KOKAM kali ini memiliki momentum tersendiri karena dilaksanakan dua hari setelah peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada 28 Oktober 2026. Momentum tersebut diharapkan dapat membangkitkan semangat persatuan dan nasionalisme generasi muda melalui tindakan nyata, seperti menjaga ketertiban, menghormati perbedaan, membantu masyarakat, serta hadir ketika bangsa dan negara membutuhkan.

Rafieq mengingatkan bahwa keberhasilan seorang anggota KOKAM tidak diukur dari gagahnya seragam maupun kekuatan fisik, melainkan dari besarnya manfaat dan ketenangan yang dapat diberikan kepada masyarakat.

Ia juga menekankan tiga aspek ketangguhan yang harus dimiliki setiap kader, yakni ketangguhan fisik, mental, dan moral. Ketiganya harus berjalan beriringan agar kader mampu bersikap tegas tanpa kasar, berani tanpa arogan, serta disiplin dengan tetap menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

Selain pembinaan karakter, Rafieq menyoroti pentingnya kesiapsiagaan menghadapi berbagai tantangan, mulai dari bencana alam, persoalan kesehatan, perubahan iklim, hingga perkembangan teknologi.

Karena itu, pendidikan dasar KOKAM diharapkan memberikan pembekalan keterampilan praktis kepada peserta, seperti pertolongan pertama, penanganan keadaan darurat, perencanaan evakuasi, serta kemampuan mengenali potensi bahaya di lingkungan masyarakat.

Menurutnya, kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan petugas penanggulangan bencana, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan.

Ia mendorong KOKAM membangun sinergi dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), BPBD, lembaga kesehatan, serta instansi terkait lainnya dalam mendukung kegiatan kemanusiaan sesuai kompetensi dan kewenangan masing-masing.

Rafieq juga mengajak kader KOKAM mengambil bagian dalam menjawab berbagai persoalan generasi muda, seperti pengangguran, penyalahgunaan narkotika, rendahnya keterampilan, tantangan kesehatan mental, dan literasi digital.

Di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), para kader diingatkan untuk memiliki kemampuan berpikir kritis, memahami keamanan digital, menjaga privasi data, serta membiasakan diri memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya.

Ia menilai prinsip tabayyun atau memeriksa kebenaran informasi sebagaimana diajarkan dalam Surah Al-Hujurat ayat 6 sangat relevan diterapkan dalam kehidupan bermedia sosial saat ini.

Lebih lanjut, Rafieq mengajak KOKAM berkontribusi dalam pembangunan Kota Metro melalui kegiatan konkret, antara lain edukasi kebencanaan, kepedulian terhadap keluarga rentan, peningkatan kapasitas pemuda, pendidikan masyarakat, serta gerakan menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Menurutnya, pembangunan Kota Metro dengan visi 2025–2029, yakni “Metro Kota Cerdas Berbasis Jasa dan Budaya yang Religius”, membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan.

Sebagai bentuk tindak lanjut pendidikan dasar, ia mengusulkan agar peserta DIKSAR KOKAM melaksanakan gerakan pengabdian selama 90 hari setelah menyelesaikan pelatihan. Kegiatan tersebut dapat diwujudkan melalui pelatihan pertolongan pertama, pemetaan sederhana wilayah rawan bencana, edukasi ant hoaks, aksi sosial, dan kegiatan kebersihan lingkungan.

Rafieq menegaskan bahwa keberhasilan organisasi tidak hanya dilihat dari banyaknya kegiatan yang diselenggarakan, tetapi juga dari dampak dan manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.

“Jangan hanya jadikan seragam sebagai identitas. Jadikan pengabdian sebagai reputasi. Seragam dapat dibeli, atribut dapat dibuat, tetapi kepercayaan masyarakat hanya bisa dibangun melalui konsistensi dan keteladanan,” pesannya kepada seluruh peserta.

Ia juga mengingatkan agar KOKAM senantiasa menjunjung tinggi integritas, akuntabilitas, penghormatan terhadap hukum, serta menjaga persaudaraan dalam kehidupan masyarakat yang majemuk.

Kader KOKAM diharapkan menjadi mitra kemanusiaan yang dipercaya masyarakat, bukan karena ditakuti, melainkan karena kehadirannya mampu memberikan perlindungan, ketenangan, dan solusi atas berbagai persoalan.

Menutup sambutannya, Rafieq berharap KOKAM Kota Metro mampu menjadi organisasi yang kuat dalam keimanan, luas dalam ilmu pengetahuan, serta nyata dalam pengabdian.

Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Wakil Wali Kota Metro secara resmi membuka Pendidikan Dasar Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (DIKSAR KOKAM) Kota Metro Tahun 2026.

Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, aman, dan penuh keberkahan serta mampu melahirkan kader Muhammadiyah yang tangguh, cerdas, berintegritas, dan memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat peran generasi muda sebagai mitra pemerintah dan masyarakat untuk membangun Kota Metro yang religius, berdaya saing, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. (Adv)