Metro, (potretmetro.com) — Ratusan warga memadati antrean bazar sembako murah dan pakaian layak pakai yang digelar Panitia Syiar Ramadan 1447 Hijriah sebagai bagian dari rangkaian kegiatan sosial Pemerintah Kota Metro. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, Rabu (25/02/2026).

Dalam bazar tersebut, sejumlah kebutuhan pokok dijual dengan harga di bawah pasaran. Beras SPHP kemasan 5 kilogram dijual Rp58.000, minyak goreng merek Minyakita 1 liter Rp14.000, dan tepung terigu Gatot Kaca 1 kilogram Rp7.000.

Selain itu, susu merek 3 Sapi dijual Rp12.500, mi instan Rp3.000, tepung sagu Tani 1 kilogram dari Rp11.000 menjadi Rp10.000, kecap Bango dari Rp11.000 menjadi Rp10.000, serta telur ayam 1 kilogram seharga Rp27.000.

Panitia melaporkan bahwa bazar ini merupakan kegiatan perdana dan akan digelar secara bergilir di lima kecamatan se-Kota Metro. Setelah di Hadimulyo Barat, kegiatan dilanjutkan di Lapangan Mulyojati (Metro Barat) pada 28 Februari, Lapangan Banjarsari (Metro Utara) pada 4 Maret, Lapangan Iringmulyo (Metro Timur) pada 7 Maret, dan terakhir di Lapangan Rejomulyo (Metro Selatan) pada 11 Maret.

Selain sembako murah, panitia juga menggelar bazar pakaian layak pakai. Pakaian yang dijual telah dikumpulkan dan disortir dari Sekretariat Dharma Wanita sehingga dipastikan dalam kondisi baik dan layak pakai dengan harga terjangkau.

Tak hanya itu, bazar produk pelaku usaha UMKM dan UP2K PKK Kota Metro turut meramaikan kegiatan dalam program “Bazuka” (Bazar UP2K PKK Kota Metro).

Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kota Metro, Kusbani, membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar momentum ibadah spiritual, tetapi juga ruang penguatan solidaritas sosial.

“Bulan Suci Ramadan adalah bulan yang penuh berkah, bulan yang mengajarkan kita tentang kesabaran, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama. Kegiatan bazar ini bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi menjadi wujud nyata semangat berbagi dan mempererat ukhuwah islamiyah di tengah masyarakat Kota Metro,” ujarnya.

Menurutnya, bazar ini diharapkan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok menjelang dan selama Ramadan. Ia juga menyebut bazar pakaian layak pakai sebagai simbol kepedulian dan kebersamaan dalam membangun Kota Metro yang berdaya dan berkarakter.

“Kita ingin memastikan bahwa semangat Ramadan bukan hanya dirasakan secara spiritual, tetapi juga menghadirkan manfaat sosial bagi masyarakat. Inilah syiar yang sesungguhnya, menyebarkan nilai-nilai kebaikan, kepedulian, dan persaudaraan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Syiar Ramadan 1447 H, AC Yuliwati, menjelaskan bahwa bazar tersebut merupakan hasil kolaborasi organisasi wanita bersama sejumlah perangkat daerah, di antaranya Dinas Perdagangan serta Dinas Koperasi dan UMKM Kota Metro.

“Ini adalah bentuk dukungan untuk memakmurkan masyarakat, terutama di tengah kondisi daya beli yang sedang menurun. Selisih seribu atau dua ribu rupiah dari harga pasar sangat berarti bagi masyarakat. Dengan dukungan dinas terkait dan organisasi wanita, kami berharap kegiatan ini dapat meringankan beban mereka,” ujarnya.

Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Program Kerja Majelis Agung Taqwa Kota Metro Tahun 2026 serta Surat Keputusan Wali Kota Metro Nomor 400.8.2.3126 Tahun 2026 tentang Pembentukan Panitia Bersama dalam Syiar Ramadan 1447 H.

Program tersebut bertujuan meningkatkan daya beli masyarakat, meringankan beban ekonomi, menumbuhkan budaya kepedulian sosial, memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat, serta memberikan akses terhadap barang berkualitas dengan harga terjangkau. (red)