Metro, (potretmetro.com) – Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispusarda) terus memperkuat budaya literasi dengan mendorong pembentukan perpustakaan khusus di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan rumah sakit. Kegiatan sosialisasi sekaligus peninjauan kesiapan pembentukan perpustakaan khusus dilaksanakan pada 18 Juni hingga 15 Juli 2026.
Program tersebut merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso untuk meningkatkan tata kelola pengetahuan, dokumentasi, dan layanan informasi di lingkungan pemerintahan sebagai bagian dari penguatan budaya literasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Selain itu, pembentukan perpustakaan khusus menjadi salah satu strategi Pemerintah Kota Metro dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap sumber informasi yang relevan di bidang pemerintahan dan pelayanan kesehatan.
Perangkat daerah yang menjadi sasaran sosialisasi meliputi Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Bapperida), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Dinas Lingkungan Hidup, Bagian Hukum Sekretariat Daerah, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), serta RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro dan RSU Muhammadiyah Metro.
Kegiatan dipimpin Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Metro, Dra. Farida, M.Si., mewakili Wali Kota Metro. Turut mendampingi Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Kegemaran Membaca, pengurus Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI), jajaran Dispusarda, serta Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Perpustakaan Nasional RI, Agus Riyanto.
Farida mengatakan, peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan masing-masing instansi dalam membentuk perpustakaan khusus yang nantinya akan didaftarkan ke Perpustakaan Nasional Republik Indonesia agar memperoleh Nomor Pokok Perpustakaan (NPP).
Menurutnya, sebagian besar perangkat daerah dan rumah sakit telah memiliki sarana dan prasarana yang memadai. Namun, masih diperlukan penyempurnaan administrasi agar memenuhi persyaratan registrasi.
“Pada dasarnya fasilitas yang ada sudah baik. Tinggal dilakukan penertiban administrasi sehingga dapat terdaftar secara resmi dan memiliki Nomor Pokok Perpustakaan. Kehadiran perpustakaan khusus ini diharapkan menjadi rujukan masyarakat, termasuk pelajar dan mahasiswa yang membutuhkan referensi sesuai bidang keilmuan dan tugas pokok fungsi masing-masing perangkat daerah maupun layanan kesehatan di rumah sakit,” ujar Farida.
Ia menambahkan, perpustakaan khusus tidak hanya berfungsi sebagai pusat dokumentasi, tetapi juga menjadi sumber referensi ilmiah yang dapat dimanfaatkan aparatur pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, peneliti, hingga masyarakat umum.
Sementara itu, Relawan Literasi Masyarakat Perpustakaan Nasional RI, Agus Riyanto, menjelaskan bahwa pembentukan perpustakaan khusus merupakan bagian dari program nasional untuk memperkuat ekosistem literasi di daerah.
Menurut Agus, Perpustakaan Nasional terus mendorong lahirnya perpustakaan khusus di berbagai lembaga pemerintah maupun nonpemerintah guna memperluas akses masyarakat terhadap informasi yang berkualitas sekaligus meningkatkan budaya membaca.
“Program ini merupakan salah satu langkah Perpustakaan Nasional RI untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat sekaligus Indeks Kegemaran Membaca di setiap daerah. Karena itu, kami mendorong berdirinya perpustakaan khusus di berbagai lembaga, termasuk rumah sakit, sehingga masyarakat memiliki akses informasi yang lebih luas dan berkualitas,” katanya.
Agus berharap kolaborasi antara Pemerintah Kota Metro, Perpustakaan Nasional RI, serta seluruh perangkat daerah dapat mempercepat terbentuknya perpustakaan khusus yang terdaftar secara nasional di setiap instansi dan rumah sakit di Kota Metro.
Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso berharap keberadaan perpustakaan khusus tersebut dapat menjadi pusat literasi dan referensi di bidang pemerintahan, kesehatan, serta penelitian. Perpustakaan itu diharapkan memberikan manfaat bagi aparatur sipil negara, tenaga kesehatan, pelajar, mahasiswa, peneliti, pasien, keluarga pasien, hingga masyarakat luas. (red)