Metro, (potretmetro.com) – Sebanyak 1.112 atlet dari berbagai daerah di Indonesia ambil bagian dalam Kejuaraan Renang Radar Metro Aquatic Open Series 3 Tahun 2026 yang digelar di Kolam Renang Tejosari, Kota Metro, Jumat (17/7/2026). Kejuaraan tersebut menjadi salah satu ajang renang terbesar di Lampung sekaligus memperkuat posisi Kota Metro sebagai daerah pembinaan atlet renang di tingkat nasional.
Peserta berasal dari sejumlah daerah, di antaranya Gorontalo, Makassar, Palembang, Banten, serta kabupaten dan kota se-Provinsi Lampung.
Kejuaraan secara resmi dibuka Sekretaris Daerah Kota Metro Ahmad Haryanto yang mewakili Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso. Hadir mendampingi Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Metro Subehi.
Turut hadir Ketua Akuatik Indonesia Kota Metro Ibnu, perwakilan KONI Kota Metro, Pengurus Provinsi Akuatik Indonesia Lampung, Ketua Panitia Hermansyah, para pelatih, ofisial, serta orang tua atlet.
Ketua Panitia Hermansyah mengatakan jumlah peserta yang mencapai 1.112 atlet melampaui target awal penyelenggara. Menurutnya, tingginya antusiasme tersebut menunjukkan Radar Metro Aquatic Open Series telah menjadi salah satu agenda kejuaraan renang yang mendapat perhatian luas dari komunitas olahraga nasional.
Ia menjelaskan, kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga bagian dari pembinaan atlet renang Kota Metro menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Lampung 2026.
“Event ini bukan sekadar kompetisi biasa, melainkan panggung seleksi ketat bagi atlet-atlet andalan Metro menuju Porprov 2026. Kami optimistis dengan kehadiran atlet nasional asal Metro seperti Bona Emanuel Simon Junta dan Delena, capaian prestasi kita di Porprov mendatang akan melampaui raihan tiga medali emas pada tahun 2022,” ujar Hermansyah.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Metro Ahmad Haryanto menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Metro sebagai tuan rumah kejuaraan berskala nasional tersebut.
Menurutnya, penyelenggaraan event olahraga menjadi bukti bahwa Kota Metro memiliki kapasitas sebagai pusat pembinaan atlet sekaligus daerah yang mampu menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan olahraga.
“Olahraga merupakan sarana terbaik dalam membentuk karakter. Melalui olahraga, kita belajar tentang sportivitas, kerja keras, disiplin, pantang menyerah, dan keikhlasan menerima setiap hasil pertandingan. Nilai-nilai inilah yang akan membentuk generasi muda yang tangguh dan berintegritas,” kata Ahmad.
Ia juga menilai kejuaraan yang diikuti ribuan atlet memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah. Kehadiran atlet, pelatih, ofisial, dan keluarga peserta dari berbagai wilayah dinilai mampu menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Kami sangat bangga karena kompetisi ini mendatangkan ribuan pengunjung yang memberikan dampak langsung terhadap geliat ekonomi kreatif dan wisata kuliner di Kota Metro. Bersama Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso dan Wakil Wali Kota, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas sarana dan prasarana olahraga agar Kota Metro semakin siap menjadi tuan rumah berbagai event olahraga berskala regional maupun nasional,” ujarnya.
Pemerintah Kota Metro berharap Radar Metro Aquatic Open Series dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan sebagai wadah pembinaan atlet usia dini sekaligus meningkatkan pengalaman bertanding para perenang muda.
Dengan jumlah peserta yang terus meningkat setiap tahun, kejuaraan ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem olahraga prestasi di Kota Metro serta melahirkan atlet-atlet yang dapat mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional. (red)