Metro, (potretmetro.com) – Pemerintah Kota Metro melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) menghadiri acara Launching Grand Opening Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dipusatkan di Dapur Pondok Salero, Jalan Letjend Alamsyah Ratu Prawira Negara, Kota Metro, Sabtu (23/08/2025).
Program ini menjadi langkah nyata dalam mendukung kebijakan pemerintah pusat sekaligus memperkuat upaya peningkatan gizi seimbang, khususnya bagi para pelajar. Selain menekan risiko stunting, keberadaan dapur pelayanan gizi ini diharapkan dapat mendukung tumbuh kembang siswa agar sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Rosita, menegaskan bahwa program MBG merupakan wujud komitmen pemerintah dalam mempersiapkan generasi muda berkualitas.
“Kami ingin memastikan siswa-siswi di Metro mendapatkan asupan gizi yang cukup dan seimbang. Program ini bukan hanya soal makanan gratis, melainkan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi sehat, cerdas, dan kompetitif,” ujarnya.
Rosita juga mengapresiasi kinerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah menerapkan standar kebersihan tinggi pada setiap tahap pengolahan makanan. Menurutnya, gizi yang baik harus diimbangi dengan pengolahan yang higienis untuk menjamin keamanan pangan.
“Pengawasan kebersihan harus berkelanjutan agar manfaat program benar-benar maksimal bagi kesehatan siswa,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Darus Said Sukarame 2 sekaligus pengelola Dapur Pondok Salero, Ustadz Syahrul, menyebutkan bahwa pihaknya siap mendukung penuh program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Untuk tahap awal, dapur tersebut melayani 3.113 porsi makanan bagi siswa di 13 sekolah wilayah Metro Pusat, mulai dari tingkat TK, SD, SMP, hingga SMK.
“Kami ingin berperan aktif dalam visi besar Presiden. Anak-anak sekolah harus mendapat gizi yang cukup agar sehat dan berprestasi. Dapur Pondok Salero hadir untuk memastikan hal itu,” kata Syahrul.
Selain menyehatkan siswa, program MBG ini juga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Yayasan Darus Said menggandeng peternak dan pelaku UMKM di sekitar Metro sebagai pemasok bahan pangan, sehingga manfaat program dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Dapur ini bukan sekadar tempat memasak, tetapi juga bentuk pengabdian untuk mencetak generasi sehat sekaligus menggerakkan ekonomi lokal,” tambah Syahrul.
Turut hadir dalam acara tersebut Camat Metro Barat, perwakilan Danramil dan Polsek Metro Barat, serta Lurah Ganjar Agung.
Dengan adanya Dapur Pondok Salero, Yayasan Darus Said optimistis program MBG akan menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah, lembaga sosial, dunia pendidikan, dan masyarakat dalam mewujudkan generasi emas Indonesia 2045. (red)