Kota Metro, (potretmetro.com) — Upaya pelestarian budaya lokal kembali digencarkan di Kota Metro. Dewan Kesenian Metro melalui Komite Tradisi bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro menggelar Workshop Musik Tradisi Lampung yang diikuti para guru SD dan SMP se-Kota Metro. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 13 November 2025, bertempat di Gedung Nuwo Budayo, Metro Pusat.
Workshop tersebut menjadi ruang pembinaan sekaligus penguatan kompetensi guru seni budaya, khususnya dalam pengenalan dan teknik dasar permainan Gamolan Pekhing, salah satu instrumen khas Lampung yang memiliki nilai sejarah dan filosofi penting dalam kebudayaan daerah.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari Susanto Koko, mewakili Ketua Dewan Kesenian Metro. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa guru memiliki posisi strategis dalam menjaga keberlanjutan seni tradisi.
“Sekolah adalah ruang paling efektif untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya sendiri. Melalui workshop ini, kami berharap guru dapat semakin percaya diri mengajarkan musik tradisi Lampung kepada peserta didik,” ujar Susanto Koko.
Perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro, Joko Widodo, S.Pd., M.Pd., yang hadir sebagai Pengawas Sekolah, juga menyampaikan pentingnya revitalisasi seni tradisi di lingkungan pendidikan.
“Kami mendorong setiap sekolah untuk tidak hanya fokus pada kurikulum formal, tetapi juga memperkaya pembelajaran melalui pengenalan budaya lokal. Gamolan Pekhing adalah identitas Lampung yang perlu kita wariskan,” ungkapnya.

Pada sesi pemaparan materi, Suryadi hadir sebagai narasumber dan memberikan penjelasan mulai dari sejarah singkat Gamolan Pekhing, bagian-bagian alat musik, hingga teknik dasar memainkannya. Sesi ini dipandu oleh Susanto Koko selaku moderator.
Peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga diajak mencoba secara langsung memainkan polapola ritme Gamolan Pekhing. Suasana workshop berlangsung dinamis, di mana para guru terlihat antusias mengikuti instruksi dan mencoba memainkan nada-nada dasar bersama.
Suryadi menekankan pentingnya pendekatan praktis bagi guru agar dapat menyampaikan materi musik tradisi secara lebih aplikatif di kelas.
“Ketika guru memahami teknik dasarnya, proses pembelajaran di sekolah akan menjadi lebih hidup. Tujuan utama kami adalah memastikan Gamolan Pekhing dapat benar-benar dipraktikkan, bukan sekadar diperkenalkan,” jelas Suryadi.
Rangkaian kegiatan yang meliputi teori, praktik, dan diskusi berjalan kondusif. Para peserta juga diberi ruang untuk bertanya seputar metode pengajaran musik tradisi, ketersediaan alat, hingga teknik adaptasi untuk pembelajaran di tingkat dasar dan menengah.

Workshop ditutup dengan sesi latihan bersama, yang menjadi momen bagi para peserta untuk memadukan materi yang telah diterima sepanjang kegiatan.
Melalui kegiatan ini, Dewan Kesenian Metro dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menegaskan komitmennya dalam memperkuat pelestarian seni tradisi Lampung melalui jalur pendidikan. Diharapkan, para guru yang mengikuti workshop dapat menerapkan ilmu yang diperoleh di sekolah masing-masing, sehingga semakin banyak peserta didik yang mengenal dan mencintai seni musik daerahnya. (red)