potretmetro.com, Metro  – Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan dan mendukung produktivitas petani lokal, Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) bersama Kementerian Pertanian Republik Indonesia menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada sejumlah gabungan kelompok tani (Gapoktan) di Kota Metro.

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Sahabat Tani Sejahtera di Jalan Nuri, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Metro Utara, Senin (4/8). Bantuan meliputi satu unit traktor roda empat dari Kementerian Pertanian RI, delapan unit handsprayer, serta satu unit cultivator dari DKP3 Kota Metro.

“Ini merupakan bentuk kolaborasi konkret antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung para petani. Semua bantuan ini diserahkan langsung dan disaksikan bersama oleh para penerima,” ujar Bambang dalam sambutannya.

Ia menegaskan bahwa meski Kota Metro tidak memiliki lahan pertanian seluas kabupaten lain, namun melalui intensifikasi pertanian dan pemanfaatan teknologi, produktivitas pertanian tetap dapat ditingkatkan secara signifikan.

“Dengan peralatan pertanian yang semakin modern, proses tanam dan panen bisa dilakukan lebih efisien. Waktu kerja berkurang, hasil panen bisa lebih cepat dan berkualitas,” tambahnya.

Dukung Musim Tanam Berkelanjutan

Delapan kelompok tani penerima bantuan handsprayer di antaranya:

  • Kelompok Tani Panca Karya (Mulyosari)

  • Ngudi Makmur (Yosomulyo)

  • KWT Genta Tiga Sejahtera (Mulyojati)

  • Ganjar Makmur (Ganjar Agung)

  • Sido Rahayu (Sumbersari Bantul)

  • Ngudi Rahayu (Ganjar Asri)

  • Melati I (Tejo Agung)

  • KWT Yoso Makmur Abadi (Yosomulyo)

Kepala Dinas KP3 Kota Metro, Hery Wiratno, menjelaskan bahwa bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung keberlanjutan musim tanam dan meningkatkan ketahanan pangan lokal.

“Luas pertanaman padi di Kota Metro saat ini mencapai 2.588 hektare, dengan sebagian lahan sedang panen dan sebagian lainnya baru berumur satu bulan. Setelah panen, akan langsung dilanjutkan dengan musim tanam ketiga pada September,” jelas Hery.

Ia memastikan bahwa aliran irigasi tidak akan dihentikan, sehingga proses pertanian dapat berjalan lancar. Selain itu, distribusi traktor juga dilakukan merata ke beberapa wilayah: dua unit untuk Margodadi dan Banjarsari, Metro Barat menerima empat unit, Metro Timur satu unit, Metro Pusat dua unit, Metro Selatan satu unit, dan Metro Utara satu unit.

“Kami harap bantuan ini juga dapat membantu pengendalian hama serta meningkatkan efisiensi di lapangan,” tambah Hery.

Dukungan Terpadu Pusat dan Daerah

Hery turut menyampaikan apresiasinya kepada Wali Kota Metro atas dukungan penuh terhadap kerja sama dengan pemerintah pusat, terutama dalam pengembangan Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan).

Dengan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, serta pemanfaatan teknologi pertanian modern, sektor pertanian di Kota Metro diharapkan semakin maju, produktif, dan mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat secara berkelanjutan. (Red)