Metro, (potretmetro.com) – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Pemerintah Kota Metro bersama Forkopimda mengikuti Sidang Tahunan MPR dan DPR RI secara virtual di ruang sidang DPRD Kota Metro, Jumat (15/8/2025).
Ketua DPR RI, Puan Maharani, dalam pidatonya menegaskan bahwa demokrasi Indonesia berakar pada sila ke-4 Pancasila. “Demokrasi Pancasila adalah demokrasi yang mengutamakan kepentingan bersama, membangun bangsa melalui permusyawaratan dan perwakilan berlandaskan hikmat kebijaksanaan,” ujarnya.
Puan juga menyoroti pentingnya investasi di bidang pendidikan, penguasaan teknologi, dan pembangunan karakter bangsa. Ia menekankan bahwa kontribusi perempuan harus diperkuat, mengingat 49 persen penduduk Indonesia adalah perempuan. Meski demikian, keterwakilan perempuan di parlemen baru mencapai 21,9 persen atau 127 kursi, masih jauh dari target 30 persen.
Sementara itu, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan kembali cita-cita kemerdekaan yang diraih sejak proklamasi 17 Agustus 1945. Menurutnya, tujuan utama kemerdekaan adalah membebaskan rakyat dari kemiskinan, kelaparan, dan penderitaan, serta membangun kedaulatan ekonomi.
“Negara kita harus bisa berdiri di atas kaki sendiri, berdaulat secara ekonomi, dan mampu memenuhi kebutuhan pangan rakyat,” kata Prabowo.
Presiden juga mengapresiasi transisi kepemimpinan dari Presiden Joko Widodo ke pemerintahannya yang berjalan mulus, sebagai bukti kematangan demokrasi Indonesia. Ia menambahkan bahwa demokrasi khas Indonesia harus sejuk, mempersatukan, dan berlandaskan budaya gotong royong.
Dalam pidatonya, Prabowo mengungkapkan keberhasilan pemerintah mengamankan Rp300 triliun dari APBN 2025 yang berpotensi rawan korupsi, khususnya dari anggaran perjalanan dinas dan pengadaan alat tulis. Dana tersebut dialihkan untuk program produktif bagi rakyat.
Menutup pidatonya, Prabowo menegaskan komitmennya menegakkan hukum dan menutup kebocoran kekayaan negara sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045. (red)