Metro, (potretmetro.com) – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Metro menggelar Sosialisasi Hasil Pembinaan Program Kelurahan Cinta Statistik (Cantik) di Kelurahan Iringmulyo pada hari selasa  (19/08). Kegiatan yang berlangsung di OR Setda Kota Metro ini dihadiri Wali Kota Bambang Iman Santoso, Wakil Wali Kota M. Rafieq Adi Pradana, jajaran kepala OPD, camat, hingga lurah se-Kota Metro.

Kepala BPS Metro, Arum Purbowati, menjelaskan program Kelurahan Cantik bertujuan meningkatkan literasi statistik sekaligus menstandarkan pengelolaan data di tingkat kelurahan agar lebih akurat, transparan, dan bermanfaat dalam perencanaan pembangunan.

“Kami berharap hasil pembinaan di Iringmulyo dapat menjadi contoh dan memotivasi kelurahan lain untuk menerapkan praktik terbaik dalam pengelolaan data,” ungkap Arum.

Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menyampaikan apresiasi atas inisiatif BPS. Menurutnya, data berkualitas adalah pondasi utama kebijakan publik.
“Kelurahan sebagai ujung tombak pemerintahan harus punya kapasitas dan komitmen dalam penggunaan data. Program Kelurahan Cantik bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan transformasi budaya kerja menuju pemerintahan berbasis data,” tegas Bambang.

Senada, Wakil Wali Kota M. Rafieq Adi Pradana menegaskan dukungan penuh Pemkot Metro terhadap program BPS. Sinergi ini, katanya, akan memperkuat tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik berbasis data demi kesejahteraan masyarakat.

Program Kelurahan Cantik di Iringmulyo mencakup berbagai terobosan, mulai dari digitalisasi dokumen kependudukan lewat aplikasi SITANDUK, survei kepuasan masyarakat, hingga publikasi Iringmulyo Dalam Angka. Aparatur kelurahan juga melakukan verifikasi data UMKM, rumah kost, kontrakan, hingga data kesehatan dan pendidikan.

Lurah Iringmulyo, Yulina Sari, menyebut program ini sekaligus membentuk agen statistik di tingkat kelurahan. “Kami ingin perangkat dan warga aktif sebagai subjek dalam pengumpulan data agar pembangunan lebih tepat sasaran,” jelasnya.

Ahmad Riswan Nasution menambahkan, keberhasilan pembangunan tak bisa lagi hanya berdasarkan asumsi. “Semua harus berbasis data, mulai dari perencanaan hingga evaluasi. Program Cantik bukan beban, melainkan amanah untuk membuktikan kelurahan mampu mengelola data dengan baik,” ujarnya.

Dengan semangat Cinta Statistik, BPS bersama Pemerintah Kota Metro berharap pengelolaan data yang akurat dan transparan dapat memperkuat visi Metro sebagai kota cerdas dan berdaya saing. (red)