Metro, (potretmetro.com) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro menggelar Sidang Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Metro ke-89 dengan mengusung tema “Harmoni Metro: Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan Menuju Kota yang Inklusif, Cerdas, dan Berbudaya”, di ruang sidang DPRD Kota Metro, Selasa (9/6/2026).
Peringatan Hari Jadi Kota Metro tahun ini menjadi momentum refleksi atas perjalanan sejarah sekaligus evaluasi terhadap berbagai capaian pembangunan yang telah diraih. Sidang paripurna dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota DPRD, jajaran Pemerintah Kota Metro, tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi, pelaku usaha, organisasi kemasyarakatan, hingga perwakilan instansi vertikal.
Dalam sambutannya, Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menegaskan bahwa semangat kebersamaan yang telah tumbuh sejak Metro ditetapkan sebagai pusat pemerintahan Onder District pada 9 Juni 1937 menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Menurutnya, tema Hari Jadi ke-89 bukan sekadar slogan, melainkan tercermin melalui berbagai indikator pembangunan yang menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir.
Salah satu capaian yang disoroti adalah peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Metro dari 80,41 pada 2024 menjadi 81,22 pada 2025. Capaian tersebut menempatkan Kota Metro sebagai daerah dengan IPM tertinggi kedua di Provinsi Lampung.
“Harmoni yang kita gaungkan bukanlah slogan kosong. Kerja keras dan kolaborasi yang kita bangun telah membuahkan hasil nyata. IPM Kota Metro meningkat menjadi 81,22 pada tahun 2025 dan didukung meningkatnya derajat kesehatan masyarakat dengan angka harapan hidup mencapai 75,86 tahun,” ujar Bambang.
Tak hanya itu, sektor ekonomi juga menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Pertumbuhan ekonomi Kota Metro meningkat dari 4,88 persen menjadi 5,20 persen pada 2025. Peningkatan tersebut diikuti penurunan angka kemiskinan menjadi 6,44 persen atau terendah kedua di Provinsi Lampung, sementara laju inflasi tetap terjaga pada angka 2,81 persen.
“Stabilitas ekonomi ini mampu menekan angka kemiskinan menjadi 6,44 persen dan menjaga inflasi tetap terkendali. Pertumbuhan ekonomi kita juga terakselerasi menjadi 5,20 persen yang menunjukkan bahwa pembangunan mulai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Di bidang ketenagakerjaan dan daya saing daerah, Kota Metro juga mencatat prestasi membanggakan. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja mencapai 69,80 persen dengan tingkat pengangguran sebesar 3,54 persen. Sementara Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) tahun 2025 mencapai skor 4,19, tertinggi di Provinsi Lampung.
Bambang menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak mungkin dicapai hanya oleh pemerintah daerah semata. Menurutnya, kolaborasi seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan Metro sebagai kota yang maju dan berdaya saing.
“Kemajuan Metro tidak akan terwujud jika hanya dipanggul oleh wali kota, wakil wali kota, atau aparatur pemerintah saja. Saya mengajak DPRD, ASN, dunia usaha, akademisi, pemuda, dan seluruh warga untuk terus memperkuat kolaborasi demi mewujudkan Metro sebagai kota yang cerdas, inklusif, dan sejahtera,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, tokoh masyarakat Metro, Nadirsyah Hawari, mengingatkan pentingnya memperkuat sinergi seluruh elemen pembangunan dalam menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan anggaran hingga meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, seluruh unsur daerah merupakan pilar yang menopang pembangunan Kota Metro sehingga ego sektoral harus dikesampingkan demi kepentingan bersama.
“Pemerintah daerah, DPRD, kepolisian, kejaksaan, TNI, pengadilan, lembaga vertikal, tokoh agama, tokoh masyarakat, dunia pendidikan, pelaku usaha, media, pemuda, perempuan, serta seluruh warga adalah tiang-tiang yang menyangga rumah besar bernama Kota Metro. Dalam masa yang sulit, ego harus diperkecil dan koordinasi harus diperbesar,” ujarnya.
Ia juga berharap setiap kebijakan pemerintah mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
“Kita berharap setiap kebijakan bukan hanya terdengar hebat dalam rapat, tetapi mampu menjawab keluhan ibu-ibu, pedagang, petani, pelajar, dan para orang tua yang menggantungkan masa depan keluarganya di Kota Metro yang kita cintai,” tambahnya.
Sementara itu, Gubernur Lampung yang diwakili Inspektur Provinsi Lampung, Bayana, menilai Kota Metro memiliki posisi strategis sebagai kota pendidikan yang menjadi kebanggaan masyarakat Lampung.
Menurutnya, peringatan hari jadi harus menjadi momentum untuk mengevaluasi sejauh mana pembangunan telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Peringatan hari jadi tidak hanya menjadi momen untuk mengenang perjalanan panjang yang telah dilalui, tetapi juga kesempatan untuk melihat sejauh mana pembangunan telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Keberhasilan pembangunan pada akhirnya dirasakan melalui pelayanan publik yang semakin baik, lingkungan yang aman dan nyaman, layanan kesehatan yang mudah dijangkau, serta kesempatan pendidikan yang lebih baik bagi generasi muda,” katanya.
Bayana juga mengingatkan bahwa sebelas tahun lagi Kota Metro akan memasuki usia satu abad. Karena itu, menurutnya, seluruh pemangku kepentingan harus memperkuat kolaborasi dalam menyiapkan fondasi pembangunan jangka panjang.
“Sebelas tahun lagi Kota Metro akan memasuki usia satu abad. Apa yang kita kerjakan hari ini akan menentukan wajah Metro di masa depan. Karena itu, pembangunan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, DPRD, dunia pendidikan hingga dunia usaha. Saya optimistis dengan kebersamaan yang selama ini menjadi kekuatan Kota Metro, daerah ini akan terus berkembang dan mampu bersaing di tingkat Provinsi Lampung,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Bayana berharap Hari Jadi Kota Metro tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan pembangunan yang semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Dengan semangat “Harmoni Metro”, Pemerintah Kota Metro berharap sinergi seluruh elemen masyarakat terus terjaga untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, serta membawa Kota Metro menuju usia satu abad sebagai kota yang semakin maju, cerdas, berbudaya, dan membahagiakan masyarakatnya. (Adv)
