Jakarta — Pemerintah Kota (Pemkot) Metro melakukan audiensi dan koordinasi dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) terkait penjajakan rencana pengembangan Program Sekolah Rakyat sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Kemensos RI, Jakarta, pada Senin (26/1/2026) tersebut menjadi forum diskusi awal untuk menyelaraskan rencana pemerintah daerah dengan kebijakan pemerintah pusat.

Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menegaskan bahwa pendidikan merupakan instrumen utama dalam pemberdayaan masyarakat sekaligus pengentasan kemiskinan. Menurutnya, Program Sekolah Rakyat yang digagas langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menjadi solusi komprehensif bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Melalui program Bapak Presiden ini, pemerintah menghadirkan solusi nyata bagi anak-anak keluarga prasejahtera. Ini merupakan langkah strategis dalam membangun sumber daya manusia sekaligus memutus siklus kemiskinan secara sistematis,” ujar Bambang.

Ia menjelaskan, saat ini Pemkot Metro masih berada pada tahap koordinasi dan kajian awal. Sejumlah aspek tengah dipelajari secara mendalam, mulai dari persyaratan administratif, kesiapan teknis, hingga ketersediaan sarana dan prasarana pendukung sebelum program tersebut direalisasikan.

Dalam kesempatan tersebut, pihak Kementerian Sosial RI menyambut baik inisiatif Pemkot Metro dan memberikan arahan terkait sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh pemerintah daerah.

Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, menyampaikan bahwa penyelenggaraan Program Sekolah Rakyat membutuhkan dukungan lahan milik pemerintah daerah, kelengkapan administrasi, serta verifikasi teknis untuk memastikan kesiapan lokasi dan infrastruktur.

“Persyaratan ini penting agar pelaksanaan program dapat berjalan tertib, terencana, dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. Hal ini juga menjadi dasar bagi pemerintah pusat untuk menindaklanjuti dukungan anggaran maupun bantuan fasilitas pendidikan dan sosial secara menyeluruh,” jelas Saifullah.

Program Sekolah Rakyat dirancang untuk memberikan manfaat langsung kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu, antara lain melalui penghapusan biaya pendidikan, penyediaan fasilitas asrama dan makan, serta program pembinaan karakter dan keterampilan.

Melalui skema tersebut, pemerintah menargetkan penurunan signifikan angka putus sekolah yang selama ini kerap disebabkan oleh tekanan ekonomi. Selain itu, akses pendidikan yang berkualitas diharapkan mampu mencetak generasi yang produktif dan mandiri, meningkatkan kualitas sumber daya manusia daerah, serta menekan praktik pekerja anak.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Metro dalam menekan angka kemiskinan dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan akses pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. (red)