Metro — Di tengah gegap gempita perayaan Hari Anak Nasional (HAN) ke-41 yang berlangsung meriah di Cahaya Bangsa School, Kamis (31/7).  Wali Kota Metro H. Bambang Iman Santoso menyampaikan pesan serius: anak-anak kini dihadapkan pada ancaman nyata dari penyalahgunaan teknologi digital.

Dalam sambutannya, Bambang menegaskan bahwa dunia digital membawa tantangan baru yang tidak bisa dianggap remeh. Mulai dari kecanduan game online, keterlibatan dalam judi daring, hingga paparan konten kekerasan dan pornografi, menjadi ancaman sistemik yang terus mengintai generasi muda.

“Ini bukan lagi isu ringan. Anak-anak kita sejak usia dini bersinggungan langsung dengan dunia digital tanpa kontrol yang cukup. Nilai-nilai moral dan sosial mereka tergerus pelan-pelan,” ujar Bambang dengan tegas.

Menurutnya, meski teknologi membawa banyak manfaat, sisi gelapnya kerap kali lebih dekat dari yang disadari banyak orang tua. Karena itu, pendampingan dan pola asuh digital yang tepat adalah kunci utama.


Outdoor Classroom Day: Kembali ke Alam, Tinggalkan Layar

Peringatan HAN tahun ini di Metro mengusung konsep unik: Outdoor Classroom Day (OCD). Ribuan pelajar dari TK hingga SMA diajak turun ke lapangan untuk merasakan pengalaman belajar langsung lewat interaksi dengan alam, seni, budaya, dan permainan tradisional.

Berbagai aktivitas digelar, mulai dari market day, senam bersama, panggung budaya, hingga “Pagi Bahagia”—program khas Kota Metro yang terintegrasi dengan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

“Kami ingin menyuarakan kembali pentingnya ruang tumbuh yang sehat bagi anak. Dunia maya tidak bisa menggantikan pengalaman nyata yang membentuk karakter,” lanjut Wali Kota.


Literasi Digital Jadi Tanggung Jawab Kolektif

Kepala Dinas DP3AP2KB Kota Metro, Subehi, menambahkan bahwa HAN bukan sekadar perayaan, tapi momentum refleksi nasional. Ia menyoroti pentingnya infrastruktur respons cepat seperti call center SAPA 112, serta pembangunan sistem satu data anak dan gender untuk mendukung kebijakan yang lebih akurat dan adil.

“Cara bangsa ini menjamin hak anak mencerminkan kualitas komitmennya terhadap masa depan. Metro akan terus memperkuat literasi digital di sekolah dan keluarga,” kata Subehi.


Dengan mengusung tema nasional “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045,” Kota Metro menjadikan HAN bukan hanya panggung hiburan, tetapi juga ruang konsolidasi moral agar semua elemen masyarakat lebih sadar dan peduli akan hak dan perlindungan anak di era digital.