Metro, (potretmetro.com) — Wakil Wali Kota Metro, M. Rafieq Adi Pradana, resmi ditetapkan sebagai Ketua Pembina Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Metro. Penetapan ini disampaikan langsung oleh Ketua FKUB, Dr. Sujino, dalam audiensi bersama jajaran pengurus di Ruang Kerja Wakil Wali Kota, Rabu (13/08).

Pertemuan tersebut membahas dinamika kerukunan umat beragama di Kota Metro serta program-program strategis FKUB ke depan, termasuk isu rumah ibadah yang belum mengantongi izin hingga rencana peluncuran Cafe Kerukunan, program inovatif yang melibatkan pemuda lintas agama.

“Berdasarkan PPM Nomor 8 dan 9, kami menetapkan Bapak Wakil Wali Kota Metro sebagai Ketua Pembina FKUB. Harapannya, beliau bisa membimbing dan mengawasi kegiatan kami, termasuk menyelesaikan masalah rumah ibadah yang belum berizin,” ujar Dr. Sujino.

Salah satu program unggulan FKUB, Cafe Kerukunan, turut dibahas dalam pertemuan tersebut. Program ini dirancang sebagai ruang kolaborasi pemuda lintas agama dalam format kewirausahaan sosial. Sayangnya, program ini belum bisa berjalan karena ketiadaan lokasi.

“Kami butuh dukungan dari pemerintah daerah, terutama soal tempat. Program ini potensial untuk memperkuat toleransi dari kalangan muda,” tambah Sujino.

Menanggapi hal ini, Wakil Wali Kota Rafieq menegaskan komitmennya dalam menjaga dan memperkuat kerukunan umat beragama di Kota Metro. Ia mengakui bahwa harmoni yang ada saat ini merupakan hasil kerja keras semua pihak.

“Kerukunan ini bukan kebetulan. Ini hasil dari usaha yang terus dilakukan. Kami siap mendukung FKUB, termasuk program-program inovatif seperti Cafe Kerukunan, tentunya melalui mekanisme yang sesuai,” tegas Rafieq.

Ia juga meminta FKUB untuk menyusun data konkret terkait persoalan rumah ibadah yang belum tuntas agar bisa diselesaikan secara bertahap selama masa jabatannya.

“Saya ingin lima tahun ke depan, masalah rumah ibadah yang belum selesai bisa kita cicil satu per satu, dari yang mudah dulu. Kita selesaikan bersama,” ujarnya.

Rafieq menutup pertemuan dengan menyampaikan bahwa tantangan menjaga kerukunan memang besar, namun dengan sinergi lintas sektor, Kota Metro dapat menjadi contoh nasional dalam menjaga harmoni antarumat beragama.