Metro, (potretmetro.com) – Pemerintah Kota Metro dan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) Kerja Sama Antar Daerah (KAD) dalam rangka pengendalian inflasi. Acara berlangsung di Aula Pemkot Metro, Kamis (21/08/2025), disaksikan jajaran Forkopimda, DPRD, dan kepala OPD dari kedua wilayah.
Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, menegaskan pentingnya sinergi lintas daerah untuk memperkuat ketahanan ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan masyarakat.
“Metro dan Lampung Timur ini sebaya, satu angkatan, sama-sama dimekarkan dari Lampung Tengah pada 1999. Bedanya, Lampung Timur berbasis desa, sementara Metro adalah kota. Desa adalah kekuatan, kota adalah perjuangan,” kata Ela.
Ela menyoroti surplus produksi beras Lampung Timur yang mencapai 556 ribu ton per dua kali panen dari 55 ribu hektare lahan. Ia menilai Kota Metro dapat menjadi pusat pemasaran sekaligus hub distribusi hasil panen.
“Kami bangga dengan kemajuan Metro. Dari sisi ekonomi, logistik, pendidikan, hingga kesehatan, kami ingin banyak belajar,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menekankan bahwa inflasi merupakan tantangan besar yang membutuhkan kolaborasi lintas wilayah.
“Ketika harga kebutuhan pokok naik, masyarakat kecil yang paling terdampak. Karena itu, pengendalian inflasi harus dilakukan bersama, termasuk lewat perdagangan antar daerah, jejaring logistik, dan pemantauan harga,” jelas Bambang.
Menurutnya, MoU ini bukan hanya sekadar kesepakatan, melainkan langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga, daya beli masyarakat, sekaligus membuka ruang kerja sama di sektor lain.
“Ini pintu awal lahirnya program nyata yang akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Metro dan Lampung Timur,” pungkasnya. (red)