Metro, (potretmetro.com) — Ribuan pelaku UMKM Metro dan berbagai daerah di Lampung memadati Gedung Sessat Bumi Sai Wawai untuk mengikuti Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro 2025, Senin (8/12/2025). Kegiatan berskala nasional ini dipusatkan di Kota Metro, salah satu dari 13 daerah di Indonesia yang ditunjuk Kementerian UMKM RI sebagai tuan rumah.
Festival ini menjadi magnet bagi pelaku UMKM Lampung karena menyediakan layanan legalitas, pembiayaan, dan pendampingan usaha dalam satu lokasi.
Asisten Deputi Legalitas dan Pelindungan Usaha Mikro, Rahmadi, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Metro yang dianggap konsisten mendukung perkembangan UMKM Metro.
“Kami apresiasi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Metro yang secara paripurna memperjuangkan hasil-hasil dari para pengusaha mikro,” jelasnya.
Menurut Rahmadi, pemerintah pusat saat ini juga fokus mempercepat pemulihan UMKM di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang terdampak bencana.

Dalam festival tersebut, Rahmadi menyampaikan data bahwa Indonesia memiliki jumlah UMKM terbesar di Asia Tenggara. Namun, 77 persen UMKM masih informal sehingga membutuhkan peningkatan legalitas.
Ia menegaskan bahwa UMKM informal mengalami dampak ekonomi hingga 41 persen lebih besar saat terjadi bencana. Karena itu, festival di Metro dianggap penting untuk memperkuat perlindungan usaha dan legalitas UMKM.
Salah satu daya tarik festival ini adalah hadirnya lebih dari 29 layanan UMKM, mulai dari:
-
NIB
-
Sertifikasi halal
-
SP-PIRT
-
SNI Bina
-
Merek
-
Pendirian PT
-
Izin edar
-
BPJS Ketenagakerjaan
-
Edukasi pembayaran digital
-
Akses KUR Metro dan KUR Lampung
Kementerian UMKM RI mencatat penyaluran KUR nasional hingga 2 Desember 2025 mencapai Rp250 triliun kepada 42 juta UMKM.
Di Provinsi Lampung, total penyaluran KUR mencapai Rp9,5 triliun, sedangkan KUR Kota Metro berkontribusi sebesar Rp127 miliar.
Penyalur KUR juga diingatkan untuk mematuhi aturan, termasuk larangan meminta agunan tambahan untuk pinjaman sampai Rp100 juta.
Anggota Komisi VII DPR RI, Rycko Menoza, menyampaikan apresiasi terhadap Pemerintah Kota Metro yang dinilai terus memprioritaskan sektor UMKM.
Ia mengatakan Komisi VII beberapa bulan terakhir telah beberapa kali berkunjung ke Metro untuk memperkuat program pendampingan dan legalitas produk unggulan seperti Susu Kambing Etawa Telaga Rizky dan Kopi Kuda Metro.

Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menyebut festival ini menjadi momentum bagi UMKM untuk naik kelas.
Menurutnya, Pemerintah Kota Metro akan mendukung penuh peningkatan legalitas usaha, layanan perizinan, pendampingan, dan regulasi perlindungan UMKM.
“Semoga festival ini berdampak nyata bagi UMKM, terutama dalam akses pembiayaan, perbaikan legalitas, dan peningkatan kualitas produk,” ujarnya.
Festival ditutup dengan penyerahan berbagai bantuan, seperti:
-
1 unit ambulans untuk Lampung Sai
-
2 unit motor roda tiga untuk Desa Rulung Mulya dan Karya Mulya
-
Bantuan alat usaha untuk Kelompok Tani Metro
-
Dukungan BRI Peduli TJSL berupa peralatan usaha untuk pusat pelatihan pertanian dan Kelompok Usaha Bersama Kopi Kuda Cahaya
Bantuan ini diharapkan memperkuat UMKM Metro untuk terus berkembang dan mampu bersaing di pasar lokal maupun nasional. (ADV)