Jakarta, (potretmetro.com) – Kota Metro kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) memberikan penghargaan kepada Kota Metro sebagai salah satu dari 10 kabupaten/kota dengan persentase tertinggi pemenuhan kebutuhan darah di Indonesia.

Penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat PPID Kemenkes RI, dr. Azhar Jaya, S.H., SKM., MARS, kepada Wali Kota Metro, H. Bambang Iman Santoso di acara yang digelar di Balai Kartini, Jakarta Selatan pada Selasa, 9 Desember 2025.

Dalam rangkaian acara puncak HKN ke-61, Kemenkes mengumumkan 10 kabupaten/kota penerima penghargaan tertinggi pemenuhan kebutuhan darah. Selain Kota Metro, sembilan daerah lainnya adalah, Kota Banda Aceh, Kota Bukittinggi, Kota Administrasi Jakarta Pusat, Kota Magelang, Kota Surakarta, Kota Yogyakarta, Kota Mojokerto, Kota Denpasar, Kota Mataram

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi Kemenkes atas komitmen dan kerja keras daerah dalam memastikan ketersediaan darah yang aman, cukup, dan merata bagi masyarakat.

Data resmi Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Metro mencatat capaian gemilang pada periode Januari hingga November 2025. Kota Metro berhasil mengumpulkan total 20.025 kantong darah, dengan 19.616 pendonor sukarela yang berkontribusi aktif. Persentase pendonor sukarela mencapai 97,85 persen, melampaui target nasional minimal 90 persen.

Untuk permintaan darah dari fasilitas pelayanan kesehatan, tercatat sebanyak 21.975 kantong darah yang dibutuhkan, dan sebanyak 21.574 kantong berhasil dipenuhi, sehingga tingkat pemenuhan mencapai 98,2 persen. Bahkan pada bulan Oktober dan November 2025, pemenuhan kebutuhan darah mencapai 100 persen.

Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat PPID Kemenkes RI, dr. Azhar Jaya, menegaskan bahwa keberhasilan Kota Metro bukan semata pencapaian angka, tetapi hasil dari perencanaan matang, inovasi, serta konsistensi dalam pelaksanaan program kesehatan.

“Kami melihat bahwa Pemerintah Kota Metro tidak hanya fokus pada pencapaian administratif, tetapi benar-benar memastikan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat terpenuhi secara nyata. Ini adalah praktik baik yang kami harapkan dapat direplikasi oleh daerah lain di Indonesia,” ujar dr. Azhar Jaya.

Penghargaan ini juga menunjukkan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah mampu mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Wali Kota Metro, H. Bambang Iman Santoso, menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat.

“Penghargaan ini bukan semata milik saya, tetapi milik seluruh tenaga kesehatan, anggota PMI Kota Metro, kader posyandu, dan masyarakat Kota Metro yang telah bersama-sama menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di daerah kami,” ungkapnya.

Bambang juga menegaskan komitmen Pemkot Metro untuk terus memperkuat layanan kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Kami akan menjadikan capaian ini sebagai pemacu semangat untuk terus berinovasi, memperluas jangkauan layanan, serta memastikan tidak ada satu pun warga yang tertinggal dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak. Momentum HKN ke-61 ini menjadi refleksi bagi kami untuk bekerja lebih baik lagi ke depan,” tambahnya.

Menurut data PMI dan Pemkot Metro, beberapa langkah strategis yang mendorong keberhasilan tersebut antara lain: Optimalisasi kegiatan donor darah secara rutin, Peningkatan promosi dan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya donor darah sukarela, Pemantauan stok darah secara harian untuk memastikan ketersediaan optimal, Distribusi darah yang efisien dan tepat sasaran, Dukungan pendonor dari luar wilayah Kota Metro yang membantu menjaga stabilitas stok darah saat terjadi penurunan donor lokal.

Selain penghargaan untuk pemenuhan kebutuhan darah, Kemenkes juga memberikan penghargaan untuk kategori lain, yaitu :

Penghargaan CRU (Critical Research Unit) kepada rumah sakit vertikal Kemenkes dengan penelitian klinik terbanyak.

Penghargaan RS Pengguna Layanan Telemedisin Via Komen (Konsultasi Medis Online) Paling Aktif kepada sejumlah rumah sakit umum daerah (RSUD).

Penghargaan ini menegaskan bahwa keberhasilan Kota Metro dalam pengelolaan darah merupakan hasil kerja keras, sinergi, dan komitmen seluruh elemen di daerah. Pemkot Metro diharapkan terus mempertahankan dan meningkatkan capaian ini demi kesehatan masyarakat yang lebih baik dan berkelanjutan. (ADV)