Metro, (potretmetro.com) — Festival dan Launching UMKM Mitra Adhyaksa (UMA) 2025 resmi dibuka di Gedung Sesat Agung Bumi Sai Wawai, Kota Metro, Jumat (12/12/2025). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini diikuti 100 pelaku UMKM dari berbagai sektor sebagai upaya memperkuat ekosistem UMKM dan ekonomi kreatif di Provinsi Lampung.

Festival tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas institusi yang melibatkan Kejaksaan, Pemerintah Kota Metro, Pemerintah Provinsi Lampung, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya yang konsisten mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, mengatakan kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang perayaan kreativitas, tetapi juga langkah konkret dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui penguatan UMKM dan ekonomi kreatif.

“UMKM adalah tulang punggung ekonomi nasional yang harus mendapatkan dukungan berkelanjutan. Sementara ekonomi kreatif menjadi mesin pertumbuhan baru yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya dalam penciptaan lapangan kerja berkualitas berbasis kewirausahaan dan inovasi,” ujar Teuku Riefky.

Dalam laporannya, Teuku Riefky memaparkan capaian sektor ekonomi kreatif nasional. Pada semester I 2025, investasi ekonomi kreatif telah mencapai 66 persen dari target atau sekitar 9 persen dari total investasi nasional. Sementara nilai ekspor ekonomi kreatif hingga Oktober 2025 telah mencapai 100 persen dari target.

“Kontribusi tenaga kerja ekonomi kreatif juga melampaui target, yakni 107 persen atau hampir dua juta pekerja di atas proyeksi 2025. Selain itu, kontribusi PDB ekonomi kreatif pada 2024 mencapai lebih dari Rp1.500 triliun atau sekitar 7 persen dari PDB nasional,” jelasnya.

Ia menambahkan, Program UMKM Mitra Adhyaksa yang memberikan pendampingan hukum, perlindungan usaha, dan kepastian legalitas diharapkan membuat pelaku UMKM lebih fokus berinovasi tanpa kekhawatiran terhadap persoalan hukum. “Sinergi pemerintah daerah dan Kejaksaan perlu terus diperkuat agar Lampung dapat menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia,” katanya.

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menyambut baik pelaksanaan Festival UMKM Mitra Adhyaksa 2025 yang dinilainya sebagai hasil kerja bersama banyak pihak. Ia menilai pesatnya perkembangan UMKM di Kota Metro tidak terlepas dari ekosistem yang telah dibangun secara berkelanjutan.

“Saya tidak heran UMKM di Kota Metro berkembang pesat karena ekosistemnya sudah dibangun dengan sangat baik,” ujar Jihan. Ia juga mengapresiasi Kepala Kejaksaan Negeri Metro, Neneng Rahmadini, yang dinilai berhasil membangun pola pendampingan UMKM secara terstruktur dan melibatkan berbagai unsur pemerintah.

Berdasarkan data UMKM Provinsi Lampung 2024, terdapat lebih dari 490 ribu UMKM aktif, dengan sekitar 60 persen PDRB Lampung ditopang oleh sektor tersebut. Menurut Jihan, pemerintah harus terus hadir memberikan ruang kreasi bagi UMKM melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan Kejaksaan melalui pendekatan restorative justice untuk menciptakan iklim usaha yang adil dan inklusif.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Metro, Neneng Rahmadini, menjelaskan bahwa Festival dan Launching UMKM Mitra Adhyaksa 2025 merupakan bagian dari upaya Kejari Metro dalam memperkuat UMKM melalui pendampingan hukum, bantuan hukum gratis, perizinan, hingga konsultasi penyelesaian sengketa.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Kejari Metro juga melakukan penandatanganan komitmen bersama Wali Kota, Ketua DPRD, dan kepala OPD terkait sinergi penegakan hukum dalam pemenuhan hak dasar anak. Selain itu, dilakukan pula penandatanganan kerja sama pendaftaran merek UMKM Mitra Adhyaksa dengan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Metro.

“Pada kesempatan yang sama, kami menyalurkan bantuan CSR kepada 65 pelaku UMKM serta menyerahkan legalitas usaha berupa NIB, SPP-IRT, sertifikat halal, dan sertifikat merek kepada 20 UMKM,” kata Neneng.

Antusiasme masyarakat terhadap produk lokal tercermin dari capaian omzet penjualan UMKM Mitra Adhyaksa selama dua hari pertama yang mencapai Rp38.901.300. Selain penguatan UMKM, Kejari Metro juga mendorong terwujudnya Kota Metro sebagai Kota Layak Anak melalui pendampingan hukum di bidang perdata dan tata usaha negara.

“Sebanyak 11 penetapan pengadilan terkait perwalian anak telah terbit dan kami serahkan secara simbolis hari ini,” tutup Neneng. (red)