METRO, (potretmetro.com) – Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Metro masa bakti 2025–2028 resmi dilantik dalam sebuah acara yang digelar di Aula Pemerintah Kota Metro, Minggu (14/12/2025).
Pelantikan ini tidak hanya menandai pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi momentum penguatan tata kelola organisasi profesi dokter di daerah serta penegasan arah kebijakan IDI dalam memperkuat peran strategis dokter sebagai mitra aktif pemerintah daerah dalam pembangunan sektor kesehatan.
Ketua IDI Cabang Kota Metro periode 2025–2028, dr. Aprianto, Sp.Ak, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin organisasi tersebut selama tiga tahun ke depan. Ia menegaskan bahwa amanah tersebut merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan integritas dan komitmen tinggi.
Menurutnya, IDI Cabang Kota Metro yang saat ini memiliki sekitar 300 anggota dokter memegang peran strategis dalam memajukan profesi kedokteran sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus sebelumnya atas dedikasi dan kontribusi dalam membangun fondasi organisasi.

“Fondasi yang telah dibangun oleh dr. Trestyawaty, Sp.OG, beserta seluruh pengurus sebelumnya akan menjadi pijakan kuat bagi kami untuk melanjutkan dan menyempurnakan program kerja yang telah berjalan dengan baik,” ujar dr. Aprianto.
Ia menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan momentum pembaruan semangat kolektif dalam menegakkan kode etik kedokteran secara konsisten dan bertanggung jawab.
Menghadapi tantangan dunia kesehatan yang semakin dinamis dan kompleks, dr. Aprianto menekankan pentingnya kolaborasi dan kesiapsiagaan sistem kesehatan. Di bawah kepemimpinannya, IDI Cabang Kota Metro akan memprioritaskan peningkatan profesionalisme dan kompetensi anggota melalui program pendidikan kedokteran berkelanjutan.
“Kami berkomitmen memfasilitasi seminar dan kegiatan ilmiah secara rutin agar setiap dokter memiliki pengetahuan dan keterampilan terkini,” jelasnya.
Selain itu, IDI Cabang Kota Metro juga akan proaktif dalam kebijakan kesehatan lokal dengan menjalin kolaborasi erat bersama pemerintah daerah dan Dinas Kesehatan. IDI siap memberikan masukan konstruktif dalam perumusan kebijakan demi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Dalam aspek internal, dr. Aprianto menegaskan pentingnya memperkuat soliditas organisasi melalui komunikasi yang terbuka, transparan, dan inklusif, baik antara dokter muda maupun senior, guna menjaga kekompakan dan sinergi.
“Pengabdian kepada masyarakat juga menjadi fokus utama melalui kegiatan sosial, penyuluhan kesehatan, serta program promotif dan preventif sebagai wujud nyata kontribusi profesi dokter di tengah masyarakat,” tambahnya.
Ia berharap dukungan dari berbagai pihak, termasuk pengurus wilayah, pemerintah daerah, mitra kerja, serta partisipasi aktif seluruh anggota IDI Cabang Kota Metro demi mewujudkan program-program tersebut.

Sementara itu, Wali Kota Metro, H. Bambang Iman Santoso, S.Sos., M.Pd.I, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas dilantiknya pengurus IDI Cabang Kota Metro periode 2025–2028. Ia menekankan pentingnya kemampuan organisasi dalam mengelola perbedaan, meredam ego, serta mengedepankan tugas pokok dan fungsi organisasi.
Menurut Bambang, ukuran keberhasilan organisasi tidak hanya dilihat dari kepentingan internal, tetapi dari sejauh mana manfaat yang dirasakan oleh masyarakat luas.
“Organisasi berkarya adalah hal biasa. Yang terpenting adalah sejauh mana manfaatnya bagi masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok,” ujarnya.
Ia juga mendorong IDI untuk melahirkan inovasi sosial berkelanjutan, termasuk dalam bidang filantropi, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan solidaritas sosial bagi kelompok yang membutuhkan.
Dalam kesempatan tersebut, Bambang turut menyampaikan apresiasi kepada RSUD A. Yani Metro dan Dinas Kesehatan atas dukungan tenaga medis dalam misi kemanusiaan. Ia melaporkan telah diberangkatkan bantuan berupa lima truk tangki air, dua truk sembako, lima perawat, dan satu dokter untuk membantu korban bencana.
Keberangkatan bantuan tersebut difasilitasi oleh Pemerintah Kota Metro dan melibatkan mahasiswa dari berbagai organisasi, di antaranya Cipayung Plus, HMI, PMII, JMM, Darma Wacana, serta sejumlah UKP di Kota Metro.

Bambang juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Metro yang telah menggalang dana sekitar Rp350 juta untuk membantu korban bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
“Mudah-mudahan seluruh tenaga medis dan relawan yang berangkat hari ini senantiasa diberikan kekuatan dan kesehatan oleh Allah SWT,” tutupnya. (red)