METRO, (potretmetro.com) – Wali Kota Metro, H. Bambang Iman Santoso, S.Sos., M.Pd.I, secara resmi meletakkan batu pertama pembangunan Pura Mrajapati yang berlokasi di Jalan Nuri RT 57 RW 12, Kelurahan Banjarsari, pada Minggu (14/12/2025). Prosesi ini menjadi penanda dimulainya pembangunan sarana ibadah umat Hindu di Kota Metro yang diharapkan berfungsi sebagai pusat kegiatan keagamaan sekaligus simbol pelestarian budaya dan penguatan nilai toleransi antarumat beragama.
Acara peletakan batu pertama berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda, jajaran Pemerintah Kota Metro, tokoh agama, tokoh adat, perwakilan umat Hindu, serta masyarakat sekitar yang menyambut baik dimulainya pembangunan pura tersebut.
Dalam sambutannya, Wali Kota Bambang Iman Santoso menegaskan bahwa pembangunan Pura Mrajapati memiliki makna yang strategis dan mendalam, khususnya bagi umat Hindu di Kota Metro. Menurutnya, pura tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelaksanaan ritual dan upacara keagamaan, tetapi juga menjadi ruang penting dalam menjaga, merawat, dan mewariskan adat, budaya, serta nilai-nilai spiritual yang telah hidup dan berkembang secara turun-temurun.
“Pura Mrajapati ini bukan semata-mata bangunan fisik, melainkan simbol keberlanjutan nilai budaya dan spiritual yang turut memperkaya kehidupan sosial masyarakat Kota Metro,” ujar Bambang.

Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada umat Hindu yang telah menunjukkan semangat gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian dalam mewujudkan pembangunan pura tersebut. Menurut Bambang, kolaborasi yang terbangun antara masyarakat, tokoh agama, dan pemerintah mencerminkan kuatnya nilai toleransi serta kerukunan antarumat beragama yang selama ini menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat di Kota Metro.
Lebih lanjut, Wali Kota menyampaikan keyakinannya bahwa keberadaan Pura Mrajapati nantinya tidak hanya memberikan manfaat bagi umat Hindu sebagai tempat ibadah, tetapi juga bagi masyarakat secara luas. Selain memperkaya khazanah budaya dan kearifan lokal, pura ini diharapkan menjadi bagian dari penguatan identitas Kota Metro sebagai kota yang religius, harmonis, dan menjunjung tinggi nilai kebudayaan.
“Keberagaman adalah kekuatan. Ketika seluruh umat beragama dapat hidup berdampingan dengan saling menghormati, maka pembangunan akan berjalan lebih kokoh dan berkelanjutan,” tambahnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Pemerintah Kota Metro menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan keagamaan seluruh umat beragama secara adil dan proporsional. Dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi pembangunan Kota Metro, yaitu “Kota Cerdas Berbasis Jasa dan Budaya yang Religius.”
Menurut Bambang, pembangunan sektor keagamaan dan kebudayaan memiliki peran penting dalam membentuk karakter masyarakat yang berakhlak, toleran, dan berdaya saing. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat perlu terus diperkuat.
Menutup sambutannya, Wali Kota Metro berharap proses pembangunan Pura Mrajapati dapat berjalan dengan lancar, aman, dan selesai tepat waktu sesuai dengan rencana. Ia juga mendoakan agar seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembangunan, mulai dari panitia, pekerja, hingga masyarakat pendukung, senantiasa diberikan perlindungan, kemudahan, serta keberkahan oleh Tuhan Yang Maha Esa.
Prosesi peletakan batu pertama ditutup dengan doa bersama dan rangkaian kegiatan adat keagamaan. Suasana penuh kekhidmatan dan kebersamaan yang tercipta pada kegiatan tersebut mencerminkan semangat persatuan dalam keberagaman yang terus terjaga dan tumbuh di Kota Metro. (red)