Metro – Pemerintah Kota Metro menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) perdana tahun 2026 di Aula Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Metro Selatan, Selasa (06/01/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal penyusunan arah pembangunan daerah yang partisipatif dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Wali Kota Metro H. Bambang Iman Santoso menekankan pentingnya peran aktif para lurah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya terkait kewajiban membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebagai salah satu penopang utama pembangunan daerah.
“PBB ini kembali ke masyarakat dalam bentuk pembangunan. Karena itu, saya minta para lurah lebih aktif mensosialisasikan pentingnya membayar pajak demi pembangunan Kota Metro yang berkelanjutan,” ujar Bambang.
Wali Kota Metro juga mendorong inovasi dan pendekatan baru yang lebih humanis serta edukatif agar masyarakat semakin sadar akan kewajibannya sebagai wajib pajak. Menurutnya, pendekatan persuasif yang melibatkan tokoh masyarakat dan pemanfaatan media informasi lokal dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan kepatuhan pajak.
Selain itu, Bambang menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam melakukan pengawasan terhadap setiap pelaksanaan pembangunan agar hasilnya tepat sasaran dan berkualitas.
“Pengawasan tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi juga masyarakat. Jika pembangunan diawasi bersama, maka hasilnya akan lebih tepat sasaran dan berkualitas,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial, khususnya terkait pembangunan.
“Cerna setiap informasi dengan baik, jangan mudah terprovokasi, dan pastikan kebenarannya sebelum menyebarkan,” tambah Bambang.
Wali Kota menegaskan komitmen Pemkot Metro untuk terus mewujudkan tagline kepemimpinannya, yaitu menjadikan Metro sebagai kota dengan infrastruktur yang baik, jalan mulus, serta penerangan jalan umum yang memadai.
“Ciri-ciri kota itu sederhana, jalannya bagus dan lampunya terang. Itu yang terus kita upayakan bersama,” ujarnya.
Dalam Musrenbang tersebut, sejumlah usulan warga, seperti rehabilitasi aula kelurahan dan penanganan persoalan lingkungan, dicatat untuk ditindaklanjuti berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat. Bambang menutup arahannya dengan meminta agar seluruh usulan disusun secara prioritas dan selaras dengan arah kebijakan pembangunan Kota Metro.
“Musrenbang bukan sekadar rutinitas, tetapi forum strategis untuk menentukan prioritas pembangunan yang berpihak pada kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (red)


