Metro – Pemerintah Kota Metro bersama Polres Metro menggelar Forum Silaturahmi Kamtibmas di Gedung Sessat Agung Bumi Sai Wawai, Selasa (10/02/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kota Metro.
Forum tersebut dihadiri Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso, Wakapolres Metro Kompol Agung Ferdika, jajaran Forkopimda, Ketua Pokdar Kamtibmas Kota Metro, para camat dan lurah, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta Satkamling se-Kota Metro.
Dalam pemaparannya, Wakapolres Metro Kompol Agung Ferdika menegaskan bahwa keamanan bukan semata-mata produk hukum atau tanggung jawab Polri, melainkan hasil partisipasi aktif masyarakat.
“Keamanan adalah tanggung jawab kita bersama. Situasi kamtibmas di Kota Metro relatif stabil namun tetap dinamis. Berdasarkan data, pada tahun 2024 terdapat 720 kasus tindak pidana, baik konvensional maupun transnasional,” ujarnya.
Ia menyebutkan, pada tahun 2025 angka tersebut meningkat menjadi 753 kasus atau naik 33 kasus dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini, menurutnya, harus disikapi dengan langkah pencegahan yang lebih terukur dan kolaboratif.

Langkah tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia serta regulasi terkait pengamanan swakarsa. Dalam regulasi itu, Satkamling dan Pokdarkamtibmas memiliki peran strategis sebagai bagian dari sistem keamanan berbasis masyarakat.
“Polri menempatkan masyarakat sebagai mitra utama dalam pemeliharaan harkamtibmas. Keamanan dan ketertiban adalah dua aspek yang saling mendukung dalam menciptakan suasana yang nyaman dan tenteram,” jelasnya.
Data Polres Metro menunjukkan, dari 208 Satkamling yang tersebar di Kota Metro, baru 55 yang aktif. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri dalam memperkuat sistem deteksi dini di lingkungan masyarakat.
Di sisi lain, potensi kriminalitas seperti pencurian, pencurian kendaraan bermotor, penyalahgunaan narkotika, judi daring, hingga ancaman terorisme dinilai memerlukan kewaspadaan sejak tingkat RT dan RW.
“Melalui revitalisasi ini, kita mengaktifkan kembali Satkamling sebagai garda terdepan dalam mendeteksi potensi tindak kriminalitas dan gangguan ketertiban lainnya,” tegas Kompol Agung.
Revitalisasi Satkamling dan Pokdarkamtibmas periode 2025–2026 disebut sebagai langkah strategis memperkuat keamanan berbasis masyarakat, sejalan dengan konsep Polri Presisi yang mengedepankan pendekatan prediktif dalam sistem perpolisian modern.
Selain mendorong pengaktifan ronda malam secara rutin dan berkesinambungan, Polres Metro bersama Pemerintah Kota Metro juga berencana melaksanakan Safari Kamtibmas dengan mengunjungi pos ronda di 22 kelurahan se-Kota Metro. Kegiatan ini dijadwalkan secara terkoordinasi, khususnya menjelang bulan suci Ramadan dan Idulfitri yang identik dengan meningkatnya aktivitas masyarakat.
Wakapolres juga menekankan penguatan kolaborasi Tiga Pilar, yakni Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan lurah sebagai ujung tombak keamanan di tingkat kelurahan. Ia menyampaikan tujuh poin penguatan kepada jajaran Tiga Pilar, Pokdarkamtibmas, dan Satkamling, antara lain mengaktifkan kembali pos ronda dengan patroli rutin berbasis buddy system, memperkuat sinergitas, meningkatkan deteksi dini dan respons cepat, serta menolak aksi main hakim sendiri.
Seluruh elemen masyarakat juga diminta menjadi cooling system dengan meredam penyebaran hoaks dan potensi konflik sosial, serta mengutamakan koordinasi dalam setiap temuan mencurigakan.

Sementara itu, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso menegaskan bahwa Forum Silaturahmi Kamtibmas bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang strategis untuk menyamakan persepsi dan memperkuat sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat.
“Tanpa adanya rasa aman, roda pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan kepada masyarakat tidak akan berjalan secara optimal,” kata Bambang.
Ia menekankan bahwa upaya menjaga kamtibmas harus dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, budaya gotong royong, kepedulian sosial, dan komunikasi yang baik antarwarga merupakan jati diri masyarakat Kota Metro yang harus terus dihidupkan.
Wali Kota juga mengingatkan pentingnya peningkatan kewaspadaan menjelang Ramadan dan Idulfitri, mengingat periode tersebut kerap diiringi meningkatnya kebutuhan dan aktivitas masyarakat.
“Kami ingin Kota Metro yang sudah dikenal sebagai kota yang nyaman dan aman dapat terus menjaga kondusivitas melalui Safari Kamtibmas bersama Forkopimda dan seluruh perangkat yang ada,” ujarnya.
Bambang menegaskan, tanggung jawab menjaga keamanan tidak hanya dibebankan kepada aparat, tetapi memerlukan kepedulian dan partisipasi aktif seluruh warga.
“Saya yakin, dengan kebersamaan dan sinergi yang kuat, Kota Metro akan senantiasa menjadi kota yang aman, nyaman, dan membanggakan bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya. (red)