Metro, (potretmetro.com) – Walikota Metro Bambang Iman Santoso secara resmi membuka Festival Bumi Sai Wawai dalam rangka puncak acara Lomba Desain Motif Batik khas Kota Metro di halaman Sekretariat Dekranasda, Sabtu (4/4/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pelestarian budaya sekaligus pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal di Kota Metro.
“Festival Bumi Sai Wawai ini menjadi momentum penting untuk mempererat kebersamaan, memperkuat identitas daerah, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan, khususnya di bidang seni dan budaya,” ujar Bambang.
Ia menegaskan, lomba desain motif batik tidak sekadar ajang kompetisi, tetapi juga bentuk komitmen dalam melestarikan budaya sekaligus mendorong kreativitas masyarakat, khususnya generasi muda.

“Batik bukan hanya kain, tetapi juga identitas, cerita, dan nilai-nilai luhur yang mencerminkan kearifan lokal daerah,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Metro berharap dapat melahirkan motif batik khas yang menjadi ikon daerah, memperkaya khazanah budaya, serta memiliki nilai ekonomi.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Metro Eni Sumiyati Bambang menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan HUT ke-46 Dekranasda dengan tema “Kriya Berkelanjutan Pengrajin Mendunia”.
Menurutnya, batik merupakan warisan budaya bangsa yang memiliki nilai seni tinggi sekaligus menjadi identitas kearifan lokal di setiap daerah.
“Seiring perkembangan zaman, desain batik semakin modern dan variatif agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” ujarnya.
Ia menambahkan, diperlukan upaya berkelanjutan untuk mendorong kreativitas masyarakat, khususnya generasi muda, pelaku UMKM, dan pengrajin batik dalam menciptakan motif yang inovatif.

“Melalui lomba ini diharapkan lahir motif batik yang memiliki nilai filosofi dan estetika serta mampu melestarikan budaya lokal sebagai identitas daerah,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, perwakilan Dekranasda Provinsi Lampung, Dendy Mashuri, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Ia menyebut lomba desain motif batik bukan hanya kompetisi, tetapi juga upaya nyata dalam melestarikan warisan budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah.

“Kegiatan ini diikuti 55 peserta, dan setelah melalui proses seleksi terpilih 20 finalis yang menampilkan ide dan filosofi melalui desain batik,” ujarnya.
Menurutnya, desain motif batik tidak hanya soal visual, tetapi juga mencerminkan identitas, kearifan lokal, serta masa depan Kota Metro.
Kegiatan dilanjutkan dengan penampilan fashion show batik serta penyerahan piala dan piagam kepada para pemenang lomba desain motif batik Bumi Sai Wawai. (red)