Metro, (potretmetro.com) – Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, membacakan pidato resmi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dalam upacara bendera peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 yang digelar di halaman Kantor Wali Kota Metro, Senin (4/5/2026).
Peringatan tahun ini dimaknai sebagai momentum refleksi dan penguatan semangat membangun pendidikan yang memanusiakan manusia sesuai nilai-nilai luhur bangsa.
Dalam pidato tersebut ditegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu, melainkan upaya tulus yang dilandasi kasih sayang untuk memanusiakan manusia serta menumbuhkembangkan potensi sebagai makhluk Tuhan yang mulia.
“Pada hakikatnya pendidikan adalah proses yang dilaksanakan secara tulus, penuh kasih dan sayang untuk memanusiakan manusia,” demikian disampaikan dalam pidato tersebut.
Nilai-nilai dasar pendidikan yang diwariskan Ki Hajar Dewantara kembali ditegaskan melalui konsep sistem among yang meliputi asah (ilmu), asih (kasih sayang), dan asuh (pendampingan). Prinsip ini sejalan dengan amanat konstitusi serta Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003.
Lebih lanjut, pendidikan dipandang sebagai proses mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus membangun watak dan peradaban, dengan tujuan membentuk insan yang beriman, berakhlak mulia, cerdas, mandiri, dan bertanggung jawab.
Dalam konteks pembangunan nasional, pendidikan juga selaras dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan penguatan sumber daya manusia sebagai kunci menuju Indonesia maju, makmur, dan bermartabat.
Sebagai langkah konkret, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menetapkan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) sebagai program prioritas untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

Selain itu, pemerintah juga menetapkan lima kebijakan strategis, yaitu pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan serta digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, penguatan karakter peserta didik, peningkatan kualitas pembelajaran berbasis literasi dan numerasi, serta perluasan akses pendidikan yang inklusif dan merata.
Program penguatan karakter diwujudkan melalui berbagai inisiatif seperti Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH), program Makan Bergizi Gratis (MBG), Pagi Ceria, kegiatan pramuka, hingga pembelajaran berbasis pengalaman.
Dalam pidato tersebut juga ditegaskan bahwa keberhasilan kebijakan pendidikan sangat bergantung pada kolaborasi seluruh pihak, termasuk masyarakat dan dunia usaha.
“Keberhasilan pendidikan ditentukan oleh mindset yang maju, mental yang kuat, dan misi yang lurus. Tanpa itu, program pendidikan hanya akan menjadi formalitas tanpa dampak nyata,” ujar Bambang.
Pemerintah Kota Metro berharap momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional ini dapat semakin memperkuat sinergi semua pihak dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua, demi Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat. (red)
