METRO, (potretmetro.com) —
Transformasi pendidikan di Kota Metro diarahkan tidak hanya pada peningkatan capaian akademik, tetapi juga pembentukan generasi yang berkarakter, kompeten, kreatif, mandiri, dan mampu berkolaborasi menghadapi tantangan masa depan.
Hal tersebut mengemuka dalam Festival Kreativitas Sekolah SMP Kota Metro yang mengusung tema “Bersama dan Berdaya untuk Pendidikan yang Lebih Baik”. Kegiatan tersebut dirangkai dengan Seminar Pendidikan Nasional bertajuk “Transformasi Kualitas Layanan Pendidikan Kota Metro, untuk Mewujudkan 8 Standar Profil Lulusan” di Wisma Haji Kota Metro, Sabtu (26/9/2026).
Festival yang diprakarsai dan diselenggarakan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kota Metro tersebut berlangsung selama dua hari, Jumat-Sabtu (25-26/9/2026).
Sebanyak 33 SMP negeri dan swasta ambil bagian dengan menampilkan berbagai karya dan hasil pembelajaran peserta didik melalui stand yang tersedia.

Wali Kota Metro H. Bambang Iman Santoso, S.Sos., M.Pd.I., mengatakan pendidikan merupakan fondasi dalam membangun kualitas sumber daya manusia sehingga peningkatan kualitas layanan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama.
“Kita tidak hanya ingin memastikan anak-anak mendapatkan pendidikan, tetapi juga memastikan mereka tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, kompeten, kreatif, mandiri, mampu berkolaborasi, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujar Bambang.
Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan penguatan berbagai aspek, mulai dari kualitas pembelajaran, kompetensi guru dan tenaga kependidikan, pemanfaatan teknologi, pendidikan karakter, hingga kolaborasi lintas sektor.
“Untuk mewujudkannya, diperlukan peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan, pemanfaatan teknologi, pendidikan karakter, serta kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, masyarakat, perguruan tinggi, dan dunia usaha,” katanya.

Bambang berharap seminar pendidikan yang menjadi bagian dari festival tersebut dapat menghasilkan gagasan yang dapat diterapkan dalam peningkatan kualitas layanan pendidikan.
“Mari kita bersama-sama membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, bermutu, dan berkelanjutan, sehingga setiap anak di Kota Metro memperoleh kesempatan untuk berkembang dan meraih masa depan terbaiknya,” tegasnya.
Seminar menghadirkan Guru Besar Bimbingan dan Konseling Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Dr. Uman Suherman AS., M.Pd. serta Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Nonformal dan Informal Gatot Suharwoto, S.Pd., M.Ed., Ph.D.
Sementara itu, Ketua Panitia Festival Kreativitas Sekolah SMP Kota Metro, Agus Pujianto, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang bagi pendidik dan peserta didik untuk mengembangkan potensi, keterampilan, serta kreativitas.
“Festival Kreativitas Sekolah SMP Kota Metro diprakarsai dan diselenggarakan oleh MKKS SMP Kota Metro,” ujarnya.
Selama pelaksanaan, festival diisi dengan seminar pendidikan, penampilan kreasi siswa, stand bazar hasil pembelajaran, dan bakti sosial.
Penampilan kreasi siswa menjadi ruang ekspresi seni dan budaya, sedangkan stand bazar menampilkan berbagai karya inovatif serta produk pembelajaran berbasis proyek dari guru dan siswa.
Bakti sosial juga digelar untuk menumbuhkan kepedulian dan empati peserta didik terhadap lingkungan sosial.
Menurut panitia, festival tersebut memiliki tiga tujuan utama, yakni menumbuhkan kreativitas dan inovasi guru serta siswa dalam pembelajaran, membangun semangat kompetisi yang sehat, serta menumbuhkan kepedulian sosial.
Kegiatan tersebut sejalan dengan tagline pendidikan Kota Metro, “Generasi Metro Bahagia, Investasi Pendidikan untuk Kebahagiaan Masa Depan.”
Agus mengatakan pendidikan dan pembentukan karakter menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi masa depan.

“Kami meyakini bahwa anak-anak kita hari ini adalah investasi terbesar kita, bukan hanya untuk kehidupan di dunia, tetapi juga untuk kehidupan di akhirat kelak. Melalui pendidikan dan pembentukan karakter yang baik, ilmu yang kita tanamkan dan ajarkan kepada mereka akan menjadi ilmu yang bermanfaat,” ungkapnya.
Keikutsertaan 33 SMP negeri dan swasta menunjukkan beragamnya potensi yang berkembang di satuan pendidikan Kota Metro. Karya yang ditampilkan tidak hanya menjadi hasil akhir pembelajaran, tetapi juga memberikan ruang bagi siswa untuk menciptakan, mengembangkan, dan mempresentasikan hasil karyanya.
Festival tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mempertemukan kreativitas, gagasan, dan praktik pembelajaran dalam satu ekosistem pendidikan.
Semangat “Bersama dan Berdaya untuk Pendidikan yang Lebih Baik” menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan mutu pendidikan melalui kolaborasi berbagai pihak, sehingga setiap peserta didik memperoleh kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. (red)