METRO, (potretmetro.com) —
Pemerintah Kota Metro meraih Juara I Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) tingkat kabupaten/kota wilayah Sumatera dalam TPID Award 2026.
Penghargaan tersebut diumumkan dalam rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi serta Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) 2026 yang berlangsung Kamis (24/9/2026). Kegiatan tersebut bersamaan dengan pembukaan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) x Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2026.
Wali Kota Metro H. Bambang Iman Santoso, S.Sos., M.Pd.I., mengatakan penghargaan tersebut merupakan apresiasi terhadap kinerja TPID Kota Metro selama 2025.
“Capaian Juara I TPID tingkat kabupaten/kota wilayah Sumatera dalam TPID Award 2026 merupakan bentuk apresiasi atas kinerja TPID selama 2025. Penilaian dilakukan berdasarkan data dan dokumen kinerja yang disampaikan Pemerintah Kota Metro pada Februari 2026,” ujar Bambang.

Menurutnya, pengendalian inflasi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak karena berkaitan dengan produksi, ketersediaan pasokan, distribusi hingga keterjangkauan harga di tingkat masyarakat.
Karena itu, Pemkot Metro memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, perangkat daerah, instansi vertikal, pelaku usaha, perbankan serta daerah mitra.
“Yang paling penting, penghargaan ini tidak boleh dimaknai hanya sebagai pencapaian administratif. Pengendalian inflasi harus benar-benar memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat,” tegasnya.
Bambang mengatakan indikator pengendalian inflasi antara lain tercermin dari ketersediaan kebutuhan pokok, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi dan perlindungan terhadap daya beli masyarakat.
Sepanjang 2025, Pemkot Metro juga membangun kerja sama antardaerah dengan Kabupaten Lampung Timur dan Kabupaten Kulon Progo. Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas dengan daerah penghasil dan mitra strategis untuk menjaga kesinambungan pasokan komoditas.
“Ke depan, kita akan terus memperkuat pengendalian inflasi berbasis data dan kondisi riil di lapangan. Koordinasi harus semakin responsif, kerja sama antardaerah dapat semakin diperluas, inovasi harus mampu menyelesaikan persoalan, dan setiap kebijakan harus memiliki ukuran keberhasilan yang jelas,” ungkapnya.
Bambang juga menyampaikan apresiasi kepada BPS, Bulog, pelaku usaha, masyarakat, serta pihak perbankan yang mendukung penguatan TPID Kota Metro. Ia juga mengapresiasi peran Bank Indonesia dalam memperkuat koordinasi dan membuka ruang kerja sama antardaerah.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kota Metro, Anggraini, menjelaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari rangkaian proses pengendalian inflasi yang dilakukan secara terukur.
Menurutnya, penilaian TPID Award tidak hanya mempertimbangkan perkembangan angka inflasi, tetapi juga proses, program unggulan, serta output dan outcome kebijakan yang dijalankan pemerintah daerah.
“Juara I TPID tingkat kabupaten/kota wilayah Sumatera merupakan hasil dari rangkaian proses pengendalian inflasi yang dilakukan secara terukur. Dalam TPID Award, yang dinilai bukan hanya angka inflasi, tetapi juga proses, program unggulan, serta output dan outcome dari kebijakan yang dijalankan pemerintah daerah,” jelasnya.
Anggraini mengatakan pengendalian inflasi di Kota Metro menggunakan prinsip 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
Keempat aspek tersebut, lanjutnya, perlu berjalan secara bersamaan. Ketersediaan pasokan, misalnya, tidak akan cukup apabila distribusi tidak berjalan lancar. Begitu pula distribusi yang baik perlu diikuti harga komoditas yang tetap terjangkau masyarakat.
“Keempat aspek tersebut harus berjalan secara bersamaan karena satu persoalan dalam rantai pasok dapat memengaruhi stabilitas harga dan pada akhirnya berdampak kepada masyarakat,” katanya.
Menurut Anggraini, kerja sama antardaerah menjadi bagian penting dalam strategi pengendalian inflasi. Kota Metro tidak hanya memperhatikan kebutuhan di wilayah sendiri, tetapi juga membangun konektivitas dengan daerah penghasil dan daerah mitra.
Selain menjaga pasokan dan distribusi, Pemkot Metro juga melakukan peningkatan kapasitas TPID melalui berbagai kegiatan pembelajaran, seminar, studi banding dan peningkatan kompetensi.
“Setiap intervensi harus memiliki tujuan, sasaran dan hasil yang dapat diukur. Karena itu, evaluasi harus dilakukan secara berkelanjutan agar kebijakan yang diterapkan semakin tepat sasaran dan adaptif terhadap dinamika harga,” ujar Anggraini. (red)