METRO, (potretmetro.com) —
Pemerintah Kota Metro menyambut baik pelaksanaan Program Hunian Hijau Masyarakat (H2M) di Kelompok Wanita Tani (KWT) Seroja, Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Metro Selatan.
Program tersebut dinilai tidak hanya mendorong terciptanya lingkungan permukiman yang sehat dan hijau, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan produktif, penguatan ketahanan pangan, serta pengembangan potensi ekonomi keluarga.
Mewakili Pemerintah Kota Metro, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Metro, Dr. Kusbani, mengatakan H2M merupakan bagian dari upaya membangun lingkungan yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan peran masyarakat dalam mengelola potensi di sekitarnya.
“Program Hunian Hijau Masyarakat merupakan wujud nyata komitmen kita dalam membangun lingkungan permukiman yang sehat, hijau, produktif, dan berkelanjutan. Namun bagi saya, H2M bukan sekadar pembangunan fisik. Yang lebih penting adalah bagaimana program ini mampu memberdayakan masyarakat,” ujar Kusbani.

Menurutnya, keberadaan H2M di KWT Seroja dapat dioptimalkan untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus mengembangkan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi keluarga.
Ia menyebut hal tersebut sejalan dengan visi Kota Metro sebagai “Metro Kota Cerdas Berbasis Jasa dan Budaya yang Religius”. Kota cerdas, kata dia, tidak hanya ditandai pembangunan fisik, tetapi juga kemampuan masyarakat mengenali potensi lingkungan, berinovasi, bekerja sama, dan mengelola sumber daya secara berkelanjutan.
“Melalui kegiatan KWT masyarakat tidak hanya diberikan fasilitas, tetapi juga didorong untuk belajar, berorganisasi, bekerja sama, mengembangkan keterampilan, serta mengelola potensi yang dimiliki secara mandiri,” jelasnya.
Kusbani berharap kegiatan yang dikembangkan KWT Seroja dapat dimulai dari pemenuhan kebutuhan pangan keluarga hingga menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi.
“Apa yang ditanam dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Apabila produksinya meningkat, hasilnya dapat diolah dan dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi. Dengan demikian, kita tidak hanya membangun lingkungan yang hijau, tetapi juga membangun masyarakat yang produktif dan keluarga yang lebih mandiri,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Provinsi Lampung, Ir. Thomas Edwin Ali Hutagalung, mengatakan Program H2M merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam menghadirkan pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Menurut Thomas, peresmian dan serah terima hasil kegiatan H2M Tahun Anggaran 2026 bukan menjadi akhir program. Setelah fasilitas diserahkan, masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga, memanfaatkan, dan mengembangkannya secara berkelanjutan.
“Program H2M bukan hanya tentang pembangunan, tetapi bagaimana menghadirkan fasilitas yang dapat dimanfaatkan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan,” ujarnya.
Selain pembangunan sarana dan prasarana, peningkatan kapasitas masyarakat, khususnya kelompok perempuan dan KWT, juga menjadi perhatian. Salah satunya melalui pengembangan dan pemanfaatan teknologi digital yang dilaksanakan bersama SDGs Center Universitas Bandar Lampung (UBL).
Thomas mengatakan pemanfaatan teknologi digital diharapkan dapat membantu masyarakat memperkenalkan sekaligus memasarkan produk hasil kegiatan KWT secara lebih luas.
“Selain pembangunan sarana dan prasarana, kami juga memberikan perhatian terhadap peningkatan kapasitas masyarakat, khususnya ibu-ibu KWT, melalui kegiatan digital. Kami berharap produk dan hasil kegiatan masyarakat tidak hanya dihasilkan, tetapi juga dapat diperkenalkan dan dipasarkan secara luas,” jelasnya.
Ia menegaskan keberlanjutan H2M membutuhkan keterlibatan bersama antara pemerintah dan masyarakat.

“Pembangunan selesai dan hari ini kita resmikan, sesungguhnya pekerjaan kita belum selesai. Justru inilah tanggung jawab pemerintah dan masyarakat untuk memastikan keberlanjutan manfaatnya,” tegas Thomas.
Menurutnya, kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Lampung, Pemerintah Kota Metro, perguruan tinggi, mitra pembangunan, dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting agar H2M tidak berhenti pada pembangunan fisik.
Thomas berharap H2M di Kelurahan Rejomulyo dapat berkembang menjadi ruang kegiatan produktif yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Program H2M KWT Seroja diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan, menciptakan lingkungan permukiman yang lebih hijau dan sehat, serta membuka peluang pengembangan ekonomi keluarga melalui kegiatan produktif berbasis masyarakat.
Dengan pengelolaan dan kolaborasi yang berkelanjutan, fasilitas yang telah dibangun diharapkan dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan menjadi pusat kegiatan masyarakat yang mandiri dan produktif. (red)