METRO, (potretmetro.com) —
Penguatan peran perempuan dalam pembangunan, kemandirian ekonomi keluarga, dan penguasaan teknologi menjadi fokus dalam pelantikan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Kota Metro masa bakti 2026–2031 yang dirangkaikan dengan seminar di Aula Pemerintah Kota Metro, Rabu (14/10/2026).
Wali Kota Metro yang diwakili Asisten I Sekretaris Daerah Kota Metro, Helmy Zain, menyampaikan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam pembangunan, baik di lingkungan keluarga, kehidupan sosial, pemerintahan, maupun kebangsaan.
Menurutnya, pemberdayaan perempuan perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui perluasan akses pendidikan, peningkatan keterampilan, penguatan kemandirian ekonomi, serta kesempatan berpartisipasi secara setara dalam pembangunan.
“Atas nama Pemerintah Kota Metro, saya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus FPPI Kota Metro yang baru dilantik. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan semangat untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan di Kota Metro,” ujar Helmy.

Ia berharap FPPI dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menyerap aspirasi, mengembangkan potensi perempuan, serta menyusun program pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Helmy juga menekankan pentingnya seminar tersebut sebagai ruang pertukaran gagasan untuk menghasilkan solusi konkret atas berbagai tantangan yang dihadapi perempuan. Melalui kolaborasi, perempuan diharapkan semakin mandiri, berdaya saing, dan mampu berkontribusi bagi kemajuan daerah.
FPPI Tekankan Kerja Nyata dan Kolaborasi
Ketua DPC FPPI Kota Metro masa bakti 2026–2031, Hj. Ani Sumarni, menegaskan bahwa pelantikan pengurus bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan awal dari tanggung jawab untuk menghadirkan perubahan yang dapat dirasakan masyarakat.
Mengusung semangat “Perempuan Hebat Bersatu dan Bergerak Membangun Kota Metro melalui Kolaborasi dan Pemberdayaan”, Ani menyebut kekuatan perempuan terletak pada kemampuan membangun solidaritas, mengambil peran, dan menggerakkan potensi bersama.
“Perempuan hebat bukan hanya perempuan yang berbicara tentang perubahan, tetapi perempuan yang mampu menjadi bagian dari perubahan. Bukan hanya berjalan sendiri, melainkan mampu mengajak, merangkul, dan menggerakkan perempuan lainnya untuk bangkit bersama,” ungkapnya.

Ia mengatakan FPPI Kota Metro berkomitmen membangun organisasi yang berorientasi pada kerja nyata dan solusi. Untuk itu, FPPI membuka ruang sinergi dengan pemerintah daerah, Forkopimda, organisasi perangkat daerah (OPD), organisasi perempuan, organisasi kemasyarakatan, dan berbagai elemen masyarakat.
Program kerja organisasi akan diarahkan pada peningkatan kapasitas perempuan, penguatan ekonomi keluarga, kepedulian sosial, serta kegiatan pemberdayaan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Program Pemberdayaan Berbasis Kebutuhan Masyarakat
Ketua Umum DPP FPPI, Prof. Dr. Hj. Marlinda Irwanti Purnomo, S.E., M.Si., dalam arahannya menekankan bahwa keberhasilan organisasi perempuan tidak hanya diukur dari jumlah kegiatan, tetapi juga dari dampak yang dihasilkan.
Ia menjelaskan, FPPI merupakan organisasi nonpartisan yang berdiri pada 17 Agustus 2009 dan menghimpun perempuan dari berbagai latar belakang untuk mendorong pemberdayaan perempuan Indonesia. Menurutnya, keberagaman perlu menjadi modal untuk memperkuat kolaborasi, bukan menjadi sekat antarkelompok.
Marlinda mendorong pengurus FPPI Kota Metro menyusun program berdasarkan kebutuhan masyarakat di 22 kelurahan. Setiap program, katanya, perlu memiliki sasaran yang jelas, indikator kinerja terukur atau Key Performance Indicators (KPI), serta evaluasi berkala.
“Program pemberdayaan harus dekat dengan kebutuhan masyarakat, bukan sekadar program yang terlihat besar. Kita perlu menentukan sasaran, mengukur keberhasilan, dan memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan. Organisasi perempuan harus menjadi mitra pemerintah sekaligus kekuatan yang membantu menyelesaikan persoalan masyarakat,” tegas Marlinda.
Sebagai langkah konkret, ia menyarankan pembentukan proyek percontohan atau pilot project di kelurahan terpilih, antara lain melalui pengembangan kelurahan literasi, peningkatan kecakapan digital, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi berbasis teknologi.
Ia juga mendorong penguatan kerja sama dengan perguruan tinggi agar program pemberdayaan disusun berdasarkan penelitian dan pemetaan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, pelaksanaan program diharapkan lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat berkelanjutan.
Perempuan Didorong Adaptif terhadap Perkembangan Teknologi
Dalam menghadapi perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan transformasi digital, Marlinda menekankan pentingnya peningkatan kemampuan perempuan dalam menguasai teknologi.
“Perempuan harus menjadi penggerak di era teknologi, bukan sekadar pengguna. Tidak boleh ada lagi anggapan bahwa perempuan tidak mampu menguasai teknologi. Kita harus terus belajar, meningkatkan kapasitas diri, dan memanfaatkan teknologi untuk membuka peluang yang lebih luas,” ujarnya.
Selain penguasaan teknologi, ia mengingatkan pentingnya peran perempuan dalam memperkuat ketahanan keluarga dan mempersiapkan generasi masa depan. Menurutnya, peningkatan kualitas perempuan perlu dimulai dari penguatan pengetahuan, pendidikan, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman.
Dalam konteks pembangunan jangka panjang, Marlinda mengajak FPPI Kota Metro berkontribusi mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045 melalui program pendidikan, peningkatan keterampilan, perluasan akses teknologi, dan penguatan kesempatan bagi perempuan untuk berkembang.
“Pelantikan pengurus DPC FPPI Kota Metro periode 2026–2031 menjadi momentum untuk memperkuat gerakan pemberdayaan perempuan yang lebih terarah, inklusif, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Sinergi antara organisasi perempuan, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan dapat memperluas akses perempuan terhadap pendidikan, keterampilan, peluang ekonomi, serta ruang partisipasi dalam pembangunan.
Melalui kepengurusan baru ini, FPPI Kota Metro diharapkan mampu menjalankan program pemberdayaan yang terarah dan berkelanjutan, sekaligus mendorong perempuan agar semakin mandiri, berpengetahuan, berdaya saing, dan berkontribusi bagi kemajuan Kota Metro. (red)