METRO, (potretmetro.com) —

Muhammad Iqbal Saputra terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Kesenian Metro (DKM) periode 2026–2030 dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-V DKM tahun 2026.

Pemilihan tersebut menjadi awal kepemimpinan baru DKM untuk melanjutkan pengembangan kesenian dan memperkuat ekosistem seni budaya di Kota Metro.

Musda dihadiri Ketua DKM periode 2022–2026 Solihin Utjok, Penasehat DKM Antony dan Drs. Arif Wahyudin, serta pengurus dan anggota dari sejumlah komite.

Dalam kesempatan itu, Solihin Utjok menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan selama masa kepemimpinannya. Ia juga mengapresiasi kerja sama seluruh pengurus yang telah berkontribusi dalam memajukan kesenian di Kota Metro.

Solihin berharap kepemimpinan baru dapat membawa DKM menjadi organisasi yang semakin baik dan mampu melanjutkan program-program kesenian yang telah berjalan.

Penasihat DKM, Antony, menilai dinamika dalam organisasi merupakan hal yang wajar. Ia mengapresiasi berbagai program kesenian yang tetap terlaksana di tengah efisiensi anggaran, sekaligus berharap DKM semakin memperkuat sinergi dengan Pemerintah Daerah.

Sementara itu, Penasehat DKM lainnya, Arif Wahyudin, berharap kepengurusan baru mampu menghadirkan kegiatan seni yang lebih dekat dengan masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan keterbukaan antar anggota dalam menjalankan roda organisasi.

Ketua DKM terpilih, Muhammad Iqbal Saputra, menyatakan kesiapannya menjalankan amanah tersebut. Ia berkomitmen memperkuat ekosistem seni lokal yang kreatif dan berbudaya, sekaligus menjadikan DKM sebagai ruang berkesenian bagi generasi muda dan masyarakat Kota Metro.

“Saya berterima kasih kepada para pengurus dan senior seniman di Kota Metro atas amanah ini. Saya ingin mengenalkan kesenian lokal agar semakin maju dan menjadikan DKM sebagai ruang berkesenian bagi masyarakat Metro,” tegas Iqbal.

Usai pelaksanaan Musda, tim formatur dijadwalkan menyusun kepengurusan dan keanggotaan DKM periode 2026–2030 dalam waktu 15 hari ke depan.

Penyusunan kepengurusan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat organisasi, meningkatkan kolaborasi antar pegiat seni, serta memperluas ruang partisipasi masyarakat dalam kegiatan kesenian di Kota Metro. (red)