METRO, (potretmetro.com) —

Ketua DPRD Kota Metro, Ria Hartini, mengapresiasi kreativitas dan konsistensi komunitas pencinta kendaraan serta barang antik dalam menjaga nilai sejarah dan budaya daerah melalui Festival Metro Antik Klasik (MANTIK) 2026.

Apresiasi tersebut disampaikan Ria usai menghadiri puncak Festival MANTIK 2026 di pelataran Wisma Haji Al-Khairiyah, Kota Metro, Minggu (25/10/2026).

Menurut Ria, konsistensi komunitas dalam menyelenggarakan festival tersebut menjadi salah satu upaya menjaga memori kolektif masyarakat sekaligus memperkenalkan kembali suasana ikonik Kota Metro pada masa lalu.

“Karena hal ini tidak hanya sekadar tentang menyalurkan hobi, tapi juga ada kemampuan mengemas nilai-nilai sejarah menjadi suatu daya tarik wisata budaya atau heritage, yang bernilai ekonomi bagi masyarakat,” tutur Ria.

Festival MANTIK 2026 merupakan ruang pertemuan bagi komunitas otomotif, kolektor barang antik, dan pencinta budaya klasik. Kegiatan tersebut juga melibatkan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Metro sebagai bagian dari upaya mengembangkan potensi wisata berbasis komunitas.

Ria menilai kegiatan ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap sejarah dapat dikemas menjadi gerakan kreatif yang melibatkan berbagai kalangan dan lintas generasi.

Politisi perempuan yang juga menjabat Bendahara DPC PDI Perjuangan Kota Metro itu menyebut kreativitas komunitas terlihat dari beragam agenda yang ditampilkan kepada masyarakat.

“Kita bisa lihat kreativitas mereka mulai dari Classic Show yang memamerkan deretan motor dan mobil tua sarat nilai sejarah, koleksi vintage, hingga tur keliling Metro, serta pertunjukan musik lawas,” ucapnya.

Selain menghadirkan hiburan dan edukasi sejarah, festival tersebut dinilai berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Selain itu, ruang kreatif ini juga berdampak langsung pada sektor ekonomi lokal melalui penyediaan bazar UMKM kreatif,” imbuh perempuan yang akrab disapa Ria Ayam tersebut.

Ia berharap konsistensi dan inovasi komunitas dalam mengembangkan Festival MANTIK dapat terus dipertahankan sehingga kegiatan tersebut semakin dikenal luas dan berpotensi menjadi salah satu daya tarik wisata budaya Kota Metro.

“Kegiatan ini membuktikan bahwa dengan kreativitas, sejarah dan budaya daerah dapat dirawat, sekaligus digerakkan menjadi motor penggerak ekonomi kreatif yang berkelanjutan,” tandasnya.

Menurut Ria, pengembangan festival secara berkelanjutan dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara komunitas, pemerintah daerah, dan pelaku UMKM, sekaligus memperkuat pengenalan identitas sejarah dan budaya Kota Metro kepada masyarakat luar daerah. (Adv)