Metro, (potretmetro.com) — Kota Metro memasuki babak baru dalam pembangunan sektor pendidikan dan kebudayaan. Setelah melalui proses panjang Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Pemerintah Kota Metro akhirnya menetapkan Dr. Agus Muhammad Septiana sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Metro. Pelantikan berlangsung pada Senin (24/11/2025) di Aula Pemerintah Kota Metro dan dipimpin langsung oleh Wali Kota Bambang Iman Santoso.
Pada kesempatan yang sama, Dr. Kusbani turut dilantik sebagai Asisten II Sekretaris Daerah, memperkuat struktur pejabat strategis di lingkup Pemerintah Kota Metro.
Sebelumnya, nama Agus telah menjadi sorotan karena rekam jejak profesionalnya yang kuat, terutama dalam pengelolaan program pendidikan tingkat daerah. Penunjukannya sekaligus menutup spekulasi publik mengenai siapa yang akan memimpin dinas yang menjadi jantung pelayanan pendidikan dan kebudayaan di Kota Metro.
Wali Kota Bambang menyampaikan bahwa pelantikan ini bukan hanya keputusan administratif, tetapi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas birokrasi daerah.
“Pelantikan hari ini merupakan bagian dari mekanisme pemerintahan yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan. Ini bukan sekadar formalitas, tetapi amanah besar yang harus dijalankan dengan integritas dan dedikasi,” ujar Bambang di hadapan pejabat dan tamu undangan.
Penunjukan Agus merupakan hasil dari serangkaian seleksi yang ketat dan diklaim sebagai salah satu proses paling transparan yang pernah dilaksanakan di Kota Metro. Seleksi dilakukan melalui empat tahapan fundamental, yakni:
-
Seleksi Administrasi
-
Asesmen Kompetensi
-
Penulisan Makalah Strategis
-
Wawancara Akhir
Dalam proses tersebut, Agus mencatatkan skor total 82.750 poin, menjadikannya kandidat dengan perolehan tertinggi dari seluruh peserta. Keunggulannya konsisten di beberapa aspek, antara lain kemampuan analisis kebijakan publik, pengalaman struktural, serta pemahaman mendalam mengenai roadmap pendidikan daerah dan nasional.
Proses seleksi ini dipantau langsung oleh panitia seleksi independen, memastikan bahwa keputusan akhir sepenuhnya berdasarkan kemampuan dan rekam jejak, bukan intervensi politik atau kepentingan birokratik.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bambang menekankan bahwa posisi Kepala Disdikbud adalah jabatan strategis yang menuntut kecepatan, ketepatan, serta kemampuan adaptasi tinggi terhadap dinamika kebijakan nasional seperti Kurikulum Merdeka dan digitalisasi pendidikan.
“Jabatan ini bukan hadiah, tetapi pengakuan atas kemampuan dan rekam jejak Saudara. Kami berharap Saudara dapat segera beradaptasi, menyusun langkah strategis, memperkuat koordinasi, dan aktif berperan dalam mencapai visi pembangunan Kota Metro,” ujar Bambang.
Ia menegaskan bahwa pejabat baru harus menampilkan budaya kerja berbasis etika, profesionalisme, keberanian moral, dan integritas dalam setiap pengambilan kebijakan.
“Saya minta agar Disdikbud dapat menjadi contoh birokrasi yang bersih dan berdaya saing. Tunjukkan komitmen pada pelayanan publik, terutama dalam mewujudkan pendidikan berkualitas dan pelestarian kebudayaan daerah,” tegasnya.
Sebagai Kepala Disdikbud yang baru, Agus dihadapkan pada berbagai agenda strategis yang telah disusun Pemerintah Kota Metro, di antaranya:
-
Penguatan kualitas guru dan tenaga kependidikan
-
Pengembangan kurikulum daerah dan program literasi
-
Optimalisasi digitalisasi sekolah
-
Peningkatan pemenuhan sarana-prasarana pendidikan
-
Pengembangan ruang ekspresi bagi pelaku seni dan budaya
-
Revitalisasi kegiatan kebudayaan skala daerah dan nasional
Agus dipandang memiliki kapasitas memadai untuk mengawal seluruh agenda tersebut mengingat pengalamannya yang luas dalam penyusunan kebijakan pendidikan dan manajemen organisasi publik.
Di akhir sambutannya, Wali Kota Bambang mengajak seluruh jajaran perangkat daerah memberikan dukungan penuh kepada pejabat baru, khususnya dalam mempercepat realisasi program pembangunan sektor pendidikan dan kebudayaan.
“Tidak ada keberhasilan tanpa kolaborasi. Saya mengajak seluruh OPD untuk berkoordinasi, membangun komunikasi yang baik, dan bersinergi secara positif demi mewujudkan Kota Metro yang maju, berkarakter, dan berdaya saing,” pungkasnya.
Pelantikan ini menjadi momentum penting dalam perjalanan Kota Metro menuju tata kelola pendidikan yang lebih adaptif, inklusif, dan modern, serta mempertegas komitmen pemerintah daerah terhadap meritokrasi dalam pengisian jabatan strategis. (red)