Metro, (potretmetro.com) – Dua pertunjukan teater sukses digelar dalam kolaborasi kelompok seni di Kota Metro melalui ajang Berembuk Rasa #2. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Nuwo Budayo dan menjadi ruang ekspresi bagi para pelaku seni teater lokal.

Pementasan pertama menghadirkan naskah “Sandiwara Malam Jahanam” karya Motinggo Boesje yang dibawakan oleh Sanggar Kaliptra bersama UKM IMPASI UMALA Lampung pada Jumat malam, 17 April 2026. Penampilan tersebut berhasil memukau penonton dengan interpretasi yang kuat dan penuh penghayatan.

Sementara itu, pementasan kedua menampilkan naskah “Senja Dengan Dua Kelelawar” yang dibawakan oleh Sanggar Satu Kata bersama keluarga alumni IMPAS (Ikatan Mahasiswa Pecinta Seni) UIN Raden Intan Lampung. Kolaborasi ini menunjukkan semangat kebersamaan lintas generasi dalam menjaga eksistensi seni teater.

Ketua Dewan Kesenian Metro, Solihin Utjok, mengapresiasi seluruh pelaku seni yang terlibat. Ia menilai kegiatan ini menjadi bukti bahwa semangat berkesenian di Kota Metro masih terus terjaga.

“Selamat dan terima kasih karena masih mau ‘gila’ menghidupkan kesenian teater di Kota Metro,” ujarnya.

Menurut Solihin, keberlangsungan kegiatan seni di daerah sangat bergantung pada konsistensi komunitas dalam berproses dan mempertahankan ruang ekspresi.

Berembuk Rasa #2 diharapkan dapat terus menjadi wadah pertemuan bagi komunitas teater, tidak hanya untuk menampilkan karya, tetapi juga memperkuat ekosistem seni pertunjukan di tingkat lokal. (red)