METRO, (potretmetro.com) —

Wali Kota Metro, H. Bambang Iman Santoso, menghadiri Tanwir I Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) Tahun 2026 di Aula Universitas Muhammadiyah Metro, Kamis (8/10/2026).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Abdul Mu’ti, M.Ed. Sejumlah unsur turut hadir, di antaranya jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Metro, perwakilan Pemerintah Provinsi Lampung, Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Lampung, Kwartir Pusat Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan, serta peserta Tanwir.

Tanwir I Hizbul Wathan 2026 mengusung tema “Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Meneguhkan Kepanduan Berkemajuan”. Forum ini menjadi momentum untuk memperkuat peran kepanduan dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, tangguh, berakhlak, serta memiliki kepedulian terhadap bangsa dan lingkungan.

Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa Hizbul Wathan memiliki sejarah dan peran penting dalam perjalanan bangsa Indonesia, mulai dari perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan hingga kontribusi dalam pembangunan bangsa.

Menurutnya, generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring perkembangan teknologi informasi dan keterbukaan dunia. Salah satu hal yang perlu mendapat perhatian ialah penguatan ketahanan mental dan kepedulian terhadap kesehatan mental generasi muda.

Ia menilai tantangan tersebut perlu dijawab melalui penguatan pendidikan karakter dan penciptaan lingkungan pendidikan yang aman serta mendukung tumbuh kembang generasi muda. Upaya tersebut diperlukan untuk membentuk generasi yang sehat, tangguh, berani menghadapi tantangan, dan memiliki semangat nasionalisme.

Abdul Mu’ti juga mengingatkan agar Hizbul Wathan tidak hanya terpaku pada sejarah, tetapi terus mengembangkan gerakan kepanduan yang terbuka, dekat dengan masyarakat, dan mampu memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi generasi muda.

“Hizbul Wathan yang berkemajuan adalah Hizbul Wathan yang terbuka, Hizbul Wathan yang lebih dekat dengan masyarakat, di mana mereka berada, dan menjadi kekuatan muda yang memberikan solusi nyata terhadap permasalahan bagi generasi muda itu sendiri,” ujar Abdul Mu’ti.

Ia turut menekankan pentingnya keteladanan, pembiasaan positif, serta lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman dalam membangun karakter peserta didik.

Menurutnya, penguatan pendidikan karakter perlu didukung berbagai program pembiasaan positif dan lingkungan sekolah yang mendorong terciptanya budaya aman, sehat, bersih, dan indah.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu’ti juga mendorong penguatan kegiatan kepanduan sebagai bagian dari pendidikan karakter di satuan pendidikan, termasuk pengembangan Hizbul Wathan di sekolah-sekolah Muhammadiyah.

Ia berharap Tanwir I Hizbul Wathan dapat menjadi ruang pertukaran gagasan dan pengalaman untuk merumuskan langkah konkret dalam membangun generasi Indonesia yang unggul, beriman, bertakwa, berakhlak mulia, serta mencintai tanah air.

Melalui forum tersebut, Hizbul Wathan diharapkan mampu melahirkan kader yang berkontribusi bagi Muhammadiyah, umat, dan bangsa, sekaligus mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.

Kehadiran Wali Kota Metro dalam kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan Pemerintah Kota Metro terhadap penguatan pendidikan karakter dan gerakan kepanduan. Kolaborasi pemerintah, lembaga pendidikan, dan organisasi kemasyarakatan diharapkan dapat mendukung upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. (Adv)