METRO, (potretmetro.com) —

Ketua DPRD Kota Metro, Ria Hartini, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Metro, Jumat (16/10/2026). Sidak tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait antrean panjang kendaraan yang hendak mengisi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Dalam kegiatan itu, Ria yang juga menjabat Bendahara DPC PDI Perjuangan Kota Metro menemui pihak manajemen SPBU untuk meminta penjelasan mengenai ketersediaan stok dan penyebab terjadinya antrean.

Menurutnya, peninjauan langsung diperlukan untuk mengetahui kondisi di lapangan sekaligus mengidentifikasi faktor yang memengaruhi kepadatan kendaraan, baik dari sisi pasokan maupun peningkatan permintaan masyarakat.

“Kami turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi riil agar persoalan antrean BBM ini dapat dipahami secara objektif. Dengan begitu, kita bisa merumuskan solusi yang tepat dan cepat bagi masyarakat,” ujar Ria Hartini di sela-sela kegiatan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dalam sidak tersebut, peningkatan konsumsi BBM bersubsidi diduga menjadi salah satu faktor yang memicu kepadatan kendaraan di SPBU. Kondisi itu disebut turut dipengaruhi pergeseran konsumen dari BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi setelah terjadi kenaikan harga BBM nonsubsidi.

Situasi tersebut menjadi perhatian DPRD Kota Metro, terutama terkait kecukupan pasokan dan kelancaran distribusi BBM kepada masyarakat.

Ria mendorong agar pengawasan dan tata kelola distribusi BBM diperkuat. Ia juga menilai evaluasi terhadap kuota stok bulanan serta pola penyaluran dari Pertamina ke SPBU perlu dilakukan untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran sesuai ketentuan.

“Distribusi BBM ini harus menjadi perhatian bersama. Kami berharap pihak-pihak terkait, khususnya Pertamina dan pengelola, dapat memastikan mata rantai penyaluran berjalan lancar, sehingga masyarakat tidak terus-menerus terjebak dalam antrean yang merugikan produktivitas mereka,” tukasnya.

Melalui sidak tersebut, DPRD Kota Metro berharap pemerintah daerah, Pertamina, dan pengelola SPBU dapat meningkatkan koordinasi untuk mengatasi persoalan antrean BBM. Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga kelancaran pasokan sekaligus mendukung mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Meski demikian, penyebab antrean dan kondisi ketersediaan stok perlu dipastikan melalui data distribusi serta keterangan resmi pihak terkait agar langkah penanganan dapat dilakukan secara tepat. (Adv)